Safe-Haven Goyah: Perak Balik Koreksi
Harga perak (XAG/USD) balik melemah di sesi Eropa hari Selasa (10/2), setelah dua hari sebelumnya menguat. Perak terakhir bergerak di kisaran $81,6/oz, turun sekitar 2,1% dari penutupan sebelumnya—pasar lagi rawan “tarik-ulur” karena volatilitas logam mulia belum reda.
Tekanan hari ini banyak dibaca sebagai aksi ambil untung. Setelah lonjakan tajam kemarin, trader memilih amankan profit dulu, apalagi jelang rilis data ekonomi AS yang bisa bikin dolar dan yield bergerak agresif—dua faktor yang sering bikin logam mulia goyang.
Dari sisi sentimen global, tensi AS–Iran masih jadi “bahan bakar” safe-haven, tapi arahnya campur aduk. AS mengeluarkan panduan baru untuk kapal berbendera AS yang melintas di Selat Hormuz, menyarankan menjauh dari perairan teritorial Iran—tanda pasar masih melihat risiko geopolitik belum selesai.
Di sisi kebijakan, pasar juga lagi menimbang jalur suku bunga The Fed. Mayoritas pelaku pasar masih memprediksi Maret cenderung ditahan, sementara peluang pemangkasan lebih besar mengarah ke pertengahan tahun. Karena perak adalah aset tanpa imbal hasil, perubahan ekspektasi suku bunga sering langsung kebaca di harganya.
Fokus berikutnya malam ini: data Penjualan Ritel AS, lalu menyusul rangkaian data besar lain (tenaga kerja dan inflasi) yang bakal menentukan apakah pasar lanjut “risk-on” atau balik defensive—yang biasanya ikut menentukan apakah perak lanjut koreksi atau kembali mantul. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id