Perak Tersungkur Lagi: Profit Taking Jalan, Pasar Masih Panas
Harga perak turun sekitar 2% ke bawah $82 per ons pada Selasa. Penurunan ini memutus kenaikan dua hari terakhir karena banyak trader mulai mengunci keuntungan. Volatilitas di pasar logam mulia masih tinggi setelah beberapa pekan terakhir diwarnai pergerakan ekstrem.
Meski sempat rebound, perak masih jauh dari puncaknya. Logam putih ini disebut masih turun sekitar 33% dari rekor tertinggi pada 29 Januari, tepat sebelum aksi jual besar yang sempat memangkas nilainya hampir 50%. Artinya, sentimen pasar belum benar-benar pulih dan pergerakannya masih mudah “kaget”.
Situasi makin ramai setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengaitkan fluktuasi tajam ini dengan aktivitas trader dari Tiongkok. Ia menilai reli perak baru-baru ini lebih mirip ledakan spekulatif, bukan kenaikan yang benar-benar didorong fundamental yang kuat.
Kini perhatian investor beralih ke data besar AS yang rilis minggu ini, khususnya laporan tenaga kerja dan inflasi yang tertunda. Data ini akan jadi petunjuk arah suku bunga The Fed. Pasar umumnya memperkirakan The Fed menahan suku bunga di Maret, dengan potensi dua kali pemangkasan di paruh akhir tahun. Sejalan dengan perak, emas, platinum, dan paladium juga ikut melemah pada Selasa. (az)
Sumber: Newsmaker.id