Euforia Balik, Tapi Volatilitas Perak Belum Selesai
Harga perak lanjut menguat pada Senin (9/2) dan kembali jadi pusat perhatian setelah minggu lalu pasar sempat “kebakar” volatilitas. Di sesi Eropa, spot silver naik sekitar +5,1% ke $81,89 per ons, melanjutkan reli besar setelah lonjakan hampir 10% pada sesi sebelumnya.
Penguatan ini banyak dibaca sebagai aksi buy the dip. Setelah aksi jual ekstrem yang sempat memangkas nilai perak secara tajam, trader terlihat kembali masuk—bukan cuma karena harga dianggap murah, tapi juga karena pasar global mulai berani ambil risiko lagi.
Sentimen dari Jepang ikut jadi bahan bakar. Kemenangan telak koalisi PM Sanae Takaichi bikin pasar menilai peluang kebijakan fiskal yang lebih ekspansif makin terbuka, dan itu biasanya mendukung aset “hard” saat mata uang (terutama yen) berada di bawah tekanan.
Dari geopolitik, pembicaraan AS–Iran di Oman ikut menurunkan ketegangan jangka pendek, tapi belum menghapus ketidakpastian. Artinya, dorongan safe-haven memang bisa naik-turun, tapi logam mulia tetap gampang “ke-trigger” oleh headline baru.
Pasar sekarang pasang mata ke data AS minggu ini—terutama jobs dan inflasi—buat baca arah The Fed. Kalau data melemah dan ekspektasi pemotongan suku bunga menguat, perak masih punya ruang lanjut naik. Tapi kalau data panas, volatilitas bisa balik lagi, karena posisi spekulatif di perak masih sensitif. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id