Recovery Patah: Perak Turun Tajam, Sentimen Balik Panik
Harga perak kembali jatuh tajam dan “menghapus” pemulihan dua hari terakhir. Di perdagangan Kamis (5/2), spot silver (XAG/USD) sempat tertekan ke area $73/oz sebelum memantul, sementara terakhir masih di sekitar $76,6/oz (turun 13%) — menegaskan pasar masih belum nemu price floor yang nyaman.
Pergerakan liar ini terjadi setelah reli perak yang sempat terlalu “panas” bulan lalu. Setelah sempat menembus puncak baru, perak kini sudah mundur jauh dari level tertingginya, dan tiap pantulan cepat langsung disambut aksi jual susulan — tanda pelaku pasar masih fokus buang risiko, bukan nambah posisi.
Salah satu pemicunya adalah sentimen pasar yang rapuh + likuiditas tipis, yang bikin pergerakan makin ekstrem. Saat harga mulai turun, efeknya bisa jadi feedback loop: stop-loss kena, margin call jalan, posisi leverage dipaksa ditutup — alhasil penurunan jadi lebih “vertikal”.
Dari sisi makro, pasar juga lagi mengukur ulang arah suku bunga AS setelah dinamika Fed yang makin sensitif. Kombinasi dolar yang cenderung menguat dan ketidakpastian soal outlook kebijakan membuat logam mulia (yang tidak memberi imbal hasil) gampang kena profit taking dan rebalancing portofolio.
Dampaknya bukan cuma ke perak. Emas juga ikut tergelincir (sekitar area $4.8k/oz, turun sekitar 2%–3% di sesi yang sama) — menunjukkan aksi jual ini sifatnya lebih luas di precious metals, bukan perak doang.
Intinya: perak memang terkenal lebih volatil dari emas karena ukuran pasarnya lebih kecil. Tapi skala geraknya sekarang “beda kelas” karena campuran arus spekulatif besar + unwind leverage + kondisi pasar yang gampang kaget. Selama belum ada katalis yang bikin positioning stabil lagi, pergerakan perak berpotensi tetap kasar. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id