Perak Pulih, Tapi Volatilitas Masih “Nempel”
Perak (XAG/USD) bangkit pada Selasa (3/2) setelah dua sesi sebelumnya “terjun bebas” lebih dari 30%. Harga spot perak kini kembali ke area $87/oz, menandakan pasar mulai menemukan pijakan usai koreksi ekstrem.
Pemulihan ini terjadi setelah gelombang likuidasi besar yang mendorong perak sempat jatuh ke area $71/oz pada sesi sebelumnya. Banyak pelaku pasar menilai penurunan kemarin lebih mirip “pembersihan posisi” (profit taking + leverage keluar paksa) ketimbang perubahan total cerita fundamental—sehingga ketika tekanan jual mereda, harga cepat memantul.
Dari sisi sentimen, suasana pasar juga membaik karena kabar de-eskalasi geopolitik dan diplomasi: rencana pertemuan nuklir antara AS–Iran memberi harapan tensi Timur Tengah tidak memburuk, sementara pengumuman kesepakatan dagang AS–India mengurangi ketidakpastian. Ketika risk appetite membaik, volatilitas komoditas biasanya mereda dan mendukung pemantulan harga.
Namun “rem” untuk kenaikan masih banyak. Penguatan dolar tetap bisa kembali mendominasi setelah pencalonan Kevin Warsh (yang dipersepsikan lebih hawkish) sebagai calon ketua bank sentral AS, sehingga ruang pelemahan dolar bisa terbatas—dan itu kerap menekan komoditas berdenominasi USD seperti perak.
Ke depan, pasar bakal fokus pada dua hal: (1) apakah pembeli Asia—terutama dari China—benar-benar “buy the dip” atau justru tetap mengurangi posisi, dan (2) apakah headline geopolitik kembali memanas. Untuk jangka sangat pendek, pergerakan perak masih rawan “nyentak” karena volatilitasnya masih tinggi, meski rebound sudah terjadi. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id