Volatilitas Belum Selesai: Perak Tetap Rentan di Awal Pekan
Harga perak (XAG/USD) masih memperpanjang pelemahan setelah penurunan ekstrem pada minggu sebelumnya. Di perdagangan Senin (2/2), perak bergerak lemah dan pasar terlihat belum sepenuhnya “tenang” karena posisi yang sempat terlalu padat kini terus dibongkar pelan-pelan.
Harga spot perak terupdate saat ini berada di kisaran $77,85/oz – $78,00/oz. Pergerakan ini menjaga perak tetap dekat area rawan, karena sentimen masih mudah berubah oleh dolar, suku bunga, dan headline geopolitik.
Salah satu pemicu utama tekanan adalah perubahan ekspektasi kebijakan moneter setelah Donald Trump menominasikan Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve berikutnya. Pasar membaca langkah ini sebagai sinyal pendekatan yang lebih “disiplin” dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan—hasilnya, dolar cenderung kuat dan logam mulia jadi kurang menarik.
Tekanan juga datang dari faktor klasik: profit taking setelah reli yang “kenceng banget” mendorong perak sempat menyentuh rekor, lalu berbalik tajam. Begitu arah berubah, volatilitas meledak dan aksi jual jadi makin cepat karena banyak posisi spekulatif yang keluar bersamaan.
Dari sisi risk sentiment, daya tarik safe haven ikut luntur karena ketegangan Iran–AS terlihat sedikit mendingin lewat sinyal negosiasi. Ditambah, beberapa komentar pejabat The Fed—seperti Alberto Musalem dan Raphael Bostic—yang cenderung mengarah ke “tahan dulu, jangan agresif potong suku bunga”, membuat pasar makin berhati-hati untuk balik mengejar logam mulia.
Meski begitu, cerita besarnya belum mati: sebagian pelaku pasar masih melihat perak punya “tailwind” dari isu jangka panjang seperti kekhawatiran utang, pencarian aset fisik, dan kondisi pasokan-permintaan yang bisa ketat. Tapi untuk jangka pendek, setelah reli pecah dan volatilitas masih tinggi, perak tetap rentan—market fokusnya sekarang bukan “naik lagi kapan”, tapi “bisa stabil dulu di mana”. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id