Bukan Cuma Emas: Perak Cetak Lonjakan Terbesar Sejak 2008
Perak meledak ke rekor baru pada hari Senin (26/1) dan emas resmi menembus $5.000/oz untuk pertama kalinya, memperpanjang euforia logam mulia yang didorong kombinasi gejolak politik AS, pelemahan dolar, dan investor yang makin alergi risiko.
Di pasar spot, emas sempat menyentuh area $5.100-an sebelum bergerak lebih tenang, sementara perak mencetak lonjakan harian terbesar sejak 2008 dan sempat menyentuh rekor di kisaran $117/oz.
Reli ini makin “nendang” karena dolar melemah dan spekulasi soal langkah koordinasi untuk menguatkan yen kembali bikin pasar mempertanyakan arah kebijakan—termasuk isu independensi bank sentral. Efeknya: logam mulia jadi pilihan paling simpel saat investor cari pelindung nilai.
Emas sekali lagi jadi barometer rasa takut. Setelah mencetak performa tahunan terbaik sejak era 1970-an, emas melaju kuat lagi di awal 2026—selaras dengan narasi “kabur dari aset berbasis dolar” saat volatilitas obligasi dan valas meningkat.
Perak bahkan lari lebih kencang. Selain ikut arus safe-haven, perak juga ditarik gelombang pembelian ritel dan sentimen “FOMO” yang menyebar dari Asia ke pasar global—membuat pergerakannya terasa jauh lebih liar dibanding emas.
Tapi pasar juga mulai pasang rem. Survei manajer investasi Bank of America menunjukkan posisi “long gold” jadi salah satu trade paling ramai, dan sekitar 45% responden menilai emas sudah kemahalan—tanda euforia mulai memicu kekhawatiran valuasi.
Dengan perak yang naik parabolik, sejumlah analis juga mengingatkan soal potensi “kepanasan”, apalagi ketika rasio emas-perak turun ke area yang dianggap mencerminkan spekulasi tinggi. Artinya: peluang koreksi tetap terbuka meski tren besarnya masih bullish.
Fokus berikutnya mengarah ke rapat The Fed dan juga drama politik: pasar menunggu sinyal suku bunga, sekaligus perkembangan soal pilihan Trump untuk ketua The Fed berikutnya—isu yang bisa mengubah ekspektasi pemangkasan suku bunga, dan biasanya jadi bahan bakar tambahan buat logam mulia. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id