Perak Tertahan di Zona Tertinggi, Risiko Masih Mengintai
Perak (XAG/USD) mencoba pulih di Kamis (22/1), tapi tenaganya belum cukup untuk lanjut "ngegas". Harga kini berkonsolidasi di area $93–$94/oz, masih cukup jauh di bawah rekor terbaru yang sempat menyentuh sekitar $95,89/oz awal pekan ini.
Sentimen risiko membaik setelah Donald Trump menarik ancaman tarif terhadap Eropa dan mengklaim ada “kerangka kesepakatan” terkait Greenland usai bertemu Sekjen NATO Mark Rutte. Nada yang lebih “adem” ini bikin aliran dana ke aset aman agak mereda—dan itu biasanya langsung terasa ke logam mulia seperti perak.
Meski begitu, “mesin” bullish perak belum benar-benar mati. Perak tetap ditopang peran gandanya: safe haven saat pasar tegang, sekaligus logam industri yang sensitif ke permintaan manufaktur/teknologi.
Di balik volatilitas headline, faktor fundamental yang paling nahan harga adalah pasokan fisik yang ketat—jadi ketika pasar koreksi, perak masih punya bantalan karena suplai yang tidak longgar.
Kesimpulannya: untuk sementara, perak terlihat modus konsolidasi—pasar menunggu pemicu baru. Kalau sentimen global kembali risk-off atau dolar melemah lagi, area $95+ bisa kembali “dipancing”. Namun kalau risk-on makin kuat, perak berpeluang lebih lama “parkir” di $93–$94 sebelum ambil arah berikutnya. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id