Pound Tertahan di 1.34, Pasar Menunggu “Bom” Data AS
GBP/USD masih “jalan di tempat” di atas 1,3400 pada hari Kamis, karena trader memilih menunggu data penting dari Amerika Serikat sebelum mengambil posisi besar. Pergerakan pasangan ini cenderung sideways untuk hari kedua berturut-turut, terutama di sesi Asia.
Dolar AS pelan-pelan dapat tenaga setelah kekhawatiran perang dagang mereda. Komentar Trump yang menarik ancaman tarif ke beberapa negara Eropa terkait Greenland ikut menenangkan pasar, sehingga arus “Sell America” mulai mereda dan dolar punya ruang untuk menguat tipis.
Fokus utama pasar sekarang mengarah ke data AS: PCE Price Index (inflasi favorit The Fed) dan rilis final GDP AS kuartal 3. Dua data ini penting karena bisa mengubah ekspektasi pasar soal arah suku bunga The Fed ke depan.
Jika PCE dan PDB keluar lebih panas/kuat, pasar bisa menilai The Fed tidak perlu memangkas suku bunga secara agresif. Kondisi ini biasanya mendukung dolar dan membuat GBP/USD semakin sulit naik, karena dolar jadi “lebih mahal”.
Dari sisi Inggris, pound juga belum dapat dorongan kuat karena arah kebijakan Bank of England masih campur aduk. Data terbaru menunjukkan inflasi Inggris mulai naik lagi, namun pasar tetap belum sepenuhnya yakin BoE akan bertahan sepanjang tahun.
Data ONS mencatat CPI Inggris naik ke 3,4% (YoY) pada bulan Desember, pertama kali meningkat dalam lima bulan. Angka ini membuat peluang pemangkasan suku bunga BoE dalam rapat awal bulan depan terlihat lebih kecil.
Namun, pasar tetap memasang skenario BoE bisa memangkas suku bunga 1–2 kali (masing-masing 25 bps) sepanjang tahun 2026. Tarik-menarik ini yang membuat pound tidak cukup kuat untuk mendorong GBP/USD keluar dari kisaran.
Secara teknikal, GBP/USD masih bertahan di atas SMA 200-hari di area 1,3365–1,3360. Level ini jadi “batas penting”: selama harga bertahan di atasnya, potensi rebound masih ada, tapi kalau jebol, tekanan turun bisa cepat membesar.(asd)
Sumber : Newsmaker.id