Emas Berkonsolidasi Dekat Rekor Ditengah Risiko Geopolitik
Emas (XAU/USD) kembali mencetak rekor baru pada Rabu (21/1), ketika sentimen risiko memburuk di pasar global dan mendorong investor lari ke aset safe-haven. Saat berita ini ditulis, emas bergerak konsolidasi di sekitar $4.855, setelah sempat menyentuh all-time high baru dekat $4.888 di sesi Eropa.
Tren bullish emas masih terlihat “kuat”. Harga sudah naik lebih dari 6% minggu ini, setelah Presiden AS Donald Trump kembali memanaskan ketegangan dagang dengan Uni Eropa terkait ambisi kontrol atas Greenland.
Pernyataan terbaru itu memicu kekhawatiran akan perang dagang yang lebih luas. Spekulasi pun muncul bahwa Eropa bisa “memakai senjata” berupa kepemilikan besar mereka atas saham AS dan obligasi Treasury, yang memperkuat narasi “Sell America” di pasar.
Nada risk-off makin tebal setelah gejolak di pasar obligasi Jepang. Aksi jual tajam mendorong yield obligasi tenor panjang ke level tertinggi dalam puluhan tahun, dan efeknya ikut mengguncang pasar utang global—termasuk Treasury AS.
Volatilitas yang terus terjadi di pasar obligasi membuat investor makin khawatir soal kesehatan fiskal negara-negara besar. Kondisi ini memperkuat permintaan emas sebagai pelindung nilai (hedge) di tengah ketidakpastian ekonomi makro dan risiko stabilitas keuangan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id