• Wed, Jan 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

21 January 2026 03:46  |

Euforia Safe Haven: Emas Melonjak

Harga emas kembali naik tajam pada hari Selasa (20/1) dan mencetak rekor baru, menembus level psikologis di atas $4.700 per ons. Kenaikan ini didorong gelombang “flight to safety” karena ketegangan geopolitik meningkat dan kekhawatiran perang dagang kembali menghantui pasar global.

Di pasar spot, emas naik lebih dari 3% ke sekitar $4.750/oz, setelah sempat menyentuh puncak intraday di $4.766,10/oz. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup 3,7% lebih tinggi menjadi $4.765,80/oz. Pergerakan ini menunjukkan permintaan emas tetap kuat meski harganya sudah berada di area yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Pemicunya datang dari kombinasi faktor risiko. Isu utama yang membuat pasar tegang adalah memanasnya kembali tensi AS–Eropa terkait Greenland, setelah Trump mengancam tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa. Situasi ini memperkuat suasana “risk-off”, membuat investor mengurangi posisi di aset berisiko dan memindahkan dana ke instrumen defensif seperti emas.

Dolar AS yang melemah juga ikut memberi dorongan tambahan. Ketika dolar turun, emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih “murah” bagi pembeli dengan mata uang lain. Efek ini biasanya memperkuat reli logam mulia, apalagi saat pasar sedang sensitif terhadap berita geopolitik dan kebijakan dagang.

Selain itu, pasar juga masih membaca arah kebijakan suku bunga AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga membuat emas lebih menarik, karena emas tidak memberikan imbal hasil (yield). Saat suku bunga diperkirakan turun, “biaya peluang” memegang emas jadi lebih rendah. Reuters melaporkan pasar memperkirakan kemungkinan dua kali pemangkasan 25 bps pada pertengahan 2026, dan perhatian bertambah setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberi sinyal Trump bisa menunjuk ketua The Fed baru paling cepat minggu depan.

Perak ikut terdorong oleh gelombang safe-haven dan reli logam mulia secara umum. Perak sempat mencetak rekor di $95,87/oz, sebelum turun tipis ke sekitar $94,37/oz karena aksi ambil untung setelah kenaikan cepat. Reuters juga mencatat perak melonjak besar sepanjang 2025, dan reli berlanjut pada awal 2026, sehingga volatilitasnya cenderung lebih “liar” dibanding emas.

Logam mulia lain bergerak beragam. Platinum naik sekitar 2,8% ke $2.440,94/oz, sementara palladium turun sekitar 0,7% ke $1.828,39/oz. Perbedaan arah ini menunjukkan pasar tidak hanya bergerak karena “tema safe-haven”, tapi juga dipengaruhi faktor spesifik tiap logam, termasuk permintaan industri dan posisi spekulatif. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GBP/USD

GBP/USD Melanjutkan Kenaikannya Seiring Pemulihan Pound

GBP/USD melanjutkan kenaikan hari kedua berturut-turutnya, mengawali minggu perdagangan baru dengan kenaikan tujuh persepuluh...

7 January 2025 07:12
GBP/USD

GBP/USD Melanjutkan Penurunan Karena Perdagangan Safe Haven ...

GBP/USD merosot lagi pada hari Senin , memperpanjang Cable ke hari perdagangan kedua berturut-turut yang mengalami penurunan ...

8 April 2025 07:20
GBP/USD

GBP/USD Temui Dukungan Kunci di 1.35 Meski Perdagangan Akhir...

Pasangan mata uang GBP/USD menemukan dukungan teknis pada level 1.3500 pada hari Senin, meskipun volume perdagangan menjelang...

30 December 2025 07:38
GBP/USD

GBP/USD Tertahan Jelang Data NFP AS

Pasangan GBP/USD bergerak datar dan bertahan di area 1,3435 pada sesi Asia Jumat, masih dekat level terendah mingguan. Setela...

9 January 2026 08:26
BIAS23.com NM23 Ai