Emas Tembus $4.700 Lagi: “Drama Greenland” Picu Safe Haven
Harga emas cetak rekor baru di perdagangan Asia pada Selasa (20/1), yang menembus level psikologis $4.700 per ons. Pasar makin “risk-off” karena kekhawatiran soal tuntutan AS terkait Greenland belum mereda, sehingga trader kembali parkir ke aset aman.
Harga emas berjangka di New York naik 2,9% menjadi $4.725,80 per ons troy, setelah sebelumnya mencapai $4.731,30 di awal sesi. Indeks dolar turun 0,7% menjadi 98,70, membuat emas batangan lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Sementara itu, perak naik 6,7% menjadi $94,45 per ons.
Lonjakan ini dipicu kombinasi ketidakpastian geopolitik dan tekanan di dolar AS. Ketidakjelasan sikap Trump soal Greenland membuat pelaku pasar terus mencari perlindungan, sementara dolar melemah karena investor menjual greenback di tengah ancaman tarif—situasi yang biasanya jadi “bahan bakar” tambahan untuk logam mulia.
Trump juga dijadwalkan menuju World Economic Forum di Davos, dan pasar menanti pertemuannya dengan pemimpin Eropa. Di tengah diplomasi yang tegang, analis menilai ketika kebijakan luar negeri AS terasa makin transaksional dan sulit ditebak, pasar cenderung terdorong untuk diversifikasi dari dolar—dan emas diuntungkan oleh latar ketidakpastian yang berkepanjangan.
Sementara emas tetap kuat, perak mulai “dingin” setelah reli tajam. Harga spot perak turun tipis 0,1% ke $94,2890/oz setelah sehari sebelumnya menyentuh rekor. Platinum juga melemah 0,6% ke $2.361,47/oz, menunjukkan sebagian pelaku pasar mulai ambil untung di logam lain.
Di luar logam mulia, logam industri ikut terdampak arus ke aset fisik. Tembaga acuan di London turun 0,4% ke $12.927,58/ton, tetapi masih bertahan dekat level tertinggi terbaru—tanda permintaan aset fisik masih kuat meski volatilitas meningkat.(yds)
Sumber: Newsmaker.id