Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Brent naik ke sekitar $64,43 per barel, sementara WTI menguat ke kisaran $60 per barel. Meski demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati karena perkembangan geopolitik—khususnya terkait Greenland—berpotensi memicu ketegangan dagang baru antara AS dan Eropa.
Dari sisi pasokan, Tengizchevroil (TCO) menghentikan produksi di ladang Tengiz dan Korolevskoye setelah terjadi gangguan listrik yang dipicu insiden kebakaran di fasilitas pembangkit. Sejumlah sumber memperkirakan penghentian ini dapat berlanjut sekitar 7–10 hari, dan beberapa kargo ekspor CPC Blend dilaporkan terdampak.
Sentimen permintaan juga terbantu oleh data China. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% pada 2025, sementara throughput kilang dan produksi minyak mentah juga meningkat, memberi sinyal aktivitas energi masih kuat di importir minyak terbesar dunia.
Namun fokus pasar tetap pada risiko kebijakan dagang. Presiden AS Donald Trump kembali mengancam tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa apabila tidak ada kesepakatan terkait Greenland. Dari pihak Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa menyiapkan paket dukungan untuk keamanan Arktik dan menilai ancaman tarif sebagai langkah yang keliru. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id