Tarif Greenland Guncang Wall Street
Bursa saham AS berakhir melemah tajam pada penutupan perdagangan hari Selasa (20/1), dengan tekanan merata di indeks utama. S&P 500 dan Nasdaq sama-sama terkoreksi hampir 2%, sementara Dow Jones juga turun lebih dari 1%. Pelemahan ini terjadi saat investor kembali mengurangi posisi berisiko setelah muncul kekhawatiran baru soal perdagangan global.
Sentimen memburuk setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa. Tarif tersebut disebut akan dimulai pada awal Februari dan dapat meningkat beberapa bulan kemudian, terkait penolakan Eropa terhadap rencana AS mengenai Greenland. Pasar melihat langkah ini sebagai potensi gangguan baru bagi arus perdagangan lintas negara, sekaligus menambah ketidakpastian bagi pelaku usaha.
Tekanan makin terasa ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS naik, yang biasanya memberatkan saham-saham pertumbuhan dan sektor yang sensitif terhadap suku bunga. Selain itu, beredar laporan bahwa salah satu dana pensiun di Denmark mempertimbangkan untuk mengurangi eksposur terhadap obligasi pemerintah AS, sehingga memperkuat kekhawatiran investor terhadap aliran modal asing dan membuat suasana pasar semakin defensif.
Di level saham, perusahaan teknologi dan semikonduktor menjadi penekan utama. Nvidia, Broadcom, dan Oracle mengalami penurunan besar karena investor menurunkan eksposur pada saham berisiko tinggi. Di sisi korporasi, 3M turun tajam setelah memberikan prospek yang lebih lemah meskipun laporan pendapatannya melampaui perkiraan, sedangkan Netflix juga melemah di tengah kabar bahwa perusahaan mungkin menyiapkan langkah akuisisi yang lebih agresif terhadap Paramount. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id