Minyak Naik Tipis, Pasar Cemas Stok AS & Drama Greenland
Harga minyak naik tipis pada Rabu (21/1), saat pelaku pasar menimbang kabar gangguan pasokan dari Kazakhstan, potensi kenaikan stok minyak AS, dan tensi geopolitik baru terkait ancaman tarif AS dalam dorongan menguasai Greenland.
Kontrak Brent naik 11 sen (+0,2%) ke $65,03/barel pada 13:43 GMT. Sementara WTI menguat 14 sen (+0,2%) ke $60,50/barel.
Kenaikan hari ini melanjutkan reli sesi sebelumnya, setelah Kazakhstan—produsen OPEC+—menghentikan produksi di dua ladang besar, Tengiz dan Korolev, sejak Minggu karena masalah distribusi listrik. Dua kontrak utama itu ditutup sekitar +1,5% pada sesi sebelumnya.
Tekanan pasokan makin jadi sorotan setelah operator Tengiz, TCO, dilaporkan menetapkan status force majeure untuk pengiriman minyak mentah ke sistem pipa CPC, mengacu pada surat TCO.
Di sisi lain, ada cerita dari ladang Kashagan: untuk pertama kalinya minyak Kashagan dialihkan ke pasar domestik karena bottleneck di terminal CPC Laut Hitam, setelah peralatan di terminal dilaporkan mengalami kerusakan serius. Ini menambah ketidakpastian suplai dari Kazakhstan.
Namun, ruang naik minyak tetap tertahan oleh faktor “klasik”: pasar memperkirakan stok minyak mentah dan bensin AS naik sekitar 1,7 juta barel pekan lalu, sementara stok distilat (solar/diesel) kemungkinan turun. Data inventori mingguan dari API dijadwalkan rilis Rabu malam, disusul data pemerintah pada Kamis—keduanya mundur sehari karena libur federal AS pada Senin.
Sementara itu, tensi geopolitik ikut mengganggu mood pasar. Trump mengatakan tak ada “jalan mundur” dari targetnya untuk menguasai Greenland, dan sebelumnya berjanji menaikkan tarif terhadap sekutu Eropa sampai AS diizinkan membeli pulau Arktik itu. UBS menilai ketegangan ini memicu sikap risk-off, karena perang tarif bisa menekan pertumbuhan ekonomi—dan ujungnya menekan permintaan energi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id