• Wed, Jan 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

21 January 2026 18:13  |

Emas Tembus $4.800! Krisis Greenland Bikin Safe-Haven “Ngebut”

Harga emas lanjut bikin rekor baru pada Rabu (21/1), menembus level $4.800/ons karena arus safe-haven makin deras. Pemicu utamanya: gesekan yang makin panas antara Amerika Serikat dan NATO/sekutu Eropa soal Greenland.

Di pasar spot, emas melonjak 2,1% ke $4.861,38/ons pada 10:24 GMT, setelah sempat menyentuh rekor intraday $4.887,82. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ikut naik 2% ke $4.863,10/ons.

Perak juga masih kuat. Spot silver naik 0,5% ke $95,04/ons, setelah sehari sebelumnya mencetak rekor $95,87. Penggeraknya campur-campur: pasokan fisik yang ketat + demand perlindungan (safe-haven) yang belum reda.

Menurut analis Nemo.money, Jamie Dutta, ada “banyak faktor” yang terus mengangkat bullion, tapi krisis Greenland lagi jadi sorotan utama—apalagi karena Trump dijadwalkan menyampaikan pidato di Davos pada hari yang sama.

Trump menegaskan pada Selasa bahwa ambisinya untuk menguasai Greenland masih “jalan terus”, bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengambil pulau Arktik tersebut. Di Davos, Trump diperkirakan bakal memanfaatkan panggung World Economic Forum untuk mengencangkan tekanan, meski Eropa menolak keras.

Dari Denmark, Perdana Menteri Mette Frederiksen menegaskan pihaknya tidak akan menyerah dan tidak akan meninggalkan Greenland hanya karena tekanan Washington.

Sementara itu, dolar AS melemah. Indeks dolar (DXY) bertahan di sekitar level terendah dua minggu, setelah ancaman Gedung Putih memicu aksi jual aset AS—dari mata uang, saham Wall Street, hingga obligasi pemerintah. Dolar yang melemah biasanya jadi “bahan bakar” tambahan untuk logam mulia, karena membuat harga metal berbasis dolar jadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Pasar juga memantau isu lain yang ikut menambah kecemasan: putusan Mahkamah Agung soal legalitas upaya Trump untuk menyingkirkan Gubernur The Fed, Lisa Cook, yang memicu kekhawatiran baru soal independensi bank sentral.

Analis SP Angel John Meyer menilai emas berpotensi menembus $5.000/ons karena investor terus mencari aset yang tahan inflasi dan aman. Tapi ia juga mengingatkan, tenaga naik bisa melemah kalau pembelian ETF mulai mengendur.

Di logam mulia lain, platinum naik tipis 0,1% ke $2.465,55/ons setelah sempat mencetak rekor $2.511,80 pada hari yang sama. Palladium justru turun 0,1% ke $1.864,09, setelah sempat menyentuh level tertinggi satu minggu.

Intinya: selama drama Greenland, kekhawatiran Fed, dan “Sell America” masih jalan, pasar terlihat belum siap melepas emas—dan angka $5.000 mulai terdengar makin realistis di radar trader.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Pasar Ketakutan, Emas Naik Tanpa Rem

Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua ha...

21 January 2026 07:24
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
BIAS23.com NM23 Ai