Trump vs Fed Nama Lisa Cook Ikut Keseret
Mahkamah Agung AS pada hari Rabu, 21 Januari 2026, dijadwalkan untuk mendengarkan kasus yang dapat menguji kekuatan independensi Federal Reserve (Fed). Intinya: apakah Presiden Donald Trump dapat memecat Ketua Fed Lisa Cook sementara gugatan masih berlangsung.
Secara resmi, sidang tersebut membahas pemberian wewenang "sementara" kepada Trump untuk memecat Cook lebih cepat. Tetapi banyak yang percaya dampaknya jauh lebih besar, karena putusan tersebut dapat membuka jalan bagi Trump untuk memberikan lebih banyak tekanan pada Fed—termasuk pada Ketua Fed Jerome Powell, yang dianggap tidak menurunkan suku bunga cukup cepat.
Kasus ini juga muncul di tengah sorotan lain: Departemen Kehakiman (DOJ) sedang melakukan penyelidikan kriminal terhadap Powell. Langkah ini telah memicu reaksi keras dari kedua kubu politik, karena dianggap berpotensi menggoyahkan kebijakan moneter dan membuat Fed tampak berada di bawah tekanan politik.
Trump menuduh Cook merusak kredibilitas Fed karena dugaan penipuan hipotek pada tahun 2021—klaim yang dibantah Cook. Ia menyebut tuduhan itu tidak berdasar dan berdasarkan dokumen yang "dipilih-pilih", dan bersikeras tidak ada bukti bahwa ia sengaja salah menafsirkan dokumen tersebut.
Para ahli hukum dan kelompok bipartisan—termasuk mantan pejabat keuangan dan mantan bankir sentral—memperingatkan bahwa kemenangan Trump dapat mengikis kepercayaan publik terhadap Fed. Mereka berpendapat bahwa bank sentral perlu bebas dari pengaruh politik untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Mahkamah Agung sebelumnya telah memberi sinyal bahwa Fed memegang posisi "unik" dibandingkan dengan lembaga independen lainnya. Tetapi kali ini, pertanyaan besarnya sederhana: apakah perlindungan "hanya dapat dipecat karena alasan yang sah" benar-benar melindungi pejabat Fed? Jika jawabannya tidak, tekanan Trump untuk memangkas suku bunga dapat meningkat—dan pasar global akan menahan napas menunggu hasilnya. (alg)
Sumber: Newmaker.id