Eropa Siaga: Trump Muncul di Davos dengan Agenda Besar
Presiden AS Donald Trump akhirnya tiba di Swiss untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF). Meski penerbangannya sempat tertunda lebih dari dua jam karena masalah teknis, Trump tetap dijadwalkan berpidato pada pukul 14.30 waktu setempat, sesuai agenda resmi WEF.
Perjalanannya sempat bikin heboh. Pesawat pertama yang ia tumpangi berangkat dari Joint Base Andrews (dekat Washington) pada Selasa malam, lalu berbalik arah dan mendarat lagi tak lama setelah pukul 23.00. Gedung Putih menyebut ada “masalah listrik kecil” setelah lepas landas, sehingga pesawat diputar balik sebagai langkah pencegahan.
Setelah itu, Trump dan rombongan pindah ke pesawat pengganti dan lepas landas lagi beberapa menit setelah tengah malam menuju Swiss. Ia tiba di bandara Zurich pada Rabu, lalu melanjutkan perjalanan ke Davos, resor ski Alpen yang jadi lokasi pertemuan para pemimpin dunia. Selain pidato, jadwal publiknya juga berisi pertemuan dengan pemimpin asing dan resepsi bersama tokoh bisnis.
Namun kedatangannya terjadi saat suasana forum disebut “kacau” karena banyak isu geopolitik yang melekat pada kebijakannya. Ancaman Trump untuk menjadikan Greenland bagian dari AS dan rencana membentuk “Dewan Perdamaian” untuk Gaza memicu kekhawatiran sekutu, karena dinilai bisa menggeser peran PBB dan memperkeruh hubungan dengan Eropa.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif terhadap delapan mitra NATO, termasuk Denmark dan Inggris, jika mereka menentang ambisi Greenland-nya. Tekanan ini membuat para pemimpin Eropa marah dan mulai memikirkan langkah balasan. Pasar ikut bergejolak—kontrak indeks saham AS sempat mencoba pulih setelah penurunan tajam S&P 500 yang terbesar dalam tiga bulan.
Di sisi lain, Trump diperkirakan akan memakai panggung Davos untuk mendorong agenda ekonomi domestik menjelang pemilu November yang menentukan kendali Kongres. Ia disebut akan menyoroti rencana seperti membatasi pembelian rumah oleh investor institusi, membatasi bunga kartu kredit 10% selama setahun, hingga mendorong pembelian obligasi hipotek besar-besaran agar suku bunga pinjaman turun. Penundaan penerbangan ini juga kembali menyorot masalah lama: armada pesawat kepresidenan AS yang menua, sementara proyek Air Force One generasi baru terus tertunda.(alg)
Sumber: Newsmaker.id