Saham AS Turun usai Data PPI Lebih Panas dari Perkiraan
Saham-saham AS melemah pada Rabu (18/3) setelah data Producer Price Index (PPI) menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan, sementara pelaku pasar menunggu keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Dow Jones Industrial Average turun sekitar 401 poin atau 0,9%. S&P 500 melemah 0,5%, dan Nasdaq Composite juga turun 0,5%.
PPI—indikator yang melacak perubahan harga di tingkat grosir—naik 0,7% pada Februari, jauh di atas estimasi 0,3% menurut survei ekonom Dow Jones. Data ini menunjukkan tekanan inflasi sudah berada dalam posisi yang rapuh bahkan sebelum perang Iran pecah, yang kini memperbesar ketakutan stagflasi karena lonjakan harga minyak.
“Titik data yang lebih panas dari perkiraan ini spesifik terkait tarif,” kata Todd Schoenberger, CIO CrossCheck Management, sambil menyoroti bahwa harga logam, input industri, dan biaya manufaktur semuanya meningkat. Menurutnya, ini adalah inflasi struktural, bukan sementara, dan kemungkinan akan memengaruhi arah kebijakan moneter setidaknya hingga kuartal ketiga.
Schoenberger juga menambahkan, lonjakan harga energi sejak perang Iran dimulai belum sepenuhnya tercermin dalam laporan inflasi saat ini. Namun Wall Street, menurutnya, bersiap menghadapi kenaikan harga yang lebih cepat yang pada akhirnya akan mengalir ke tingkat konsumen.
Di pasar energi, minyak AS menguat pada hari yang sama. Kontrak WTI naik sekitar 3% ke $99 per barel, sementara minyak acuan global Brent naik sekitar 5% ke $109 per barel.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id