S&P 500 Cetak Rekor, Apple Melonjak Saat Minyak Turun di Awal Mei
S&P 500 menguat dan menyentuh rekor intraday baru pada Jumat (1/4), membuka perdagangan awal Mei dengan sentimen ditopang kenaikan saham Apple, sementara harga minyak melemah. Indeks acuan tersebut terakhir naik 0,6%, Nasdaq Composite bertambah 1,1% dan juga mencatat rekor tertinggi baru, sedangkan Dow Jones Industrial Average cenderung bergerak datar.
Saham Apple melonjak lebih dari 4% setelah raksasa teknologi konsumen itu membukukan laba dan pendapatan kuartal fiskal kedua yang melampaui ekspektasi. Proyeksi pendapatan untuk kuartal berjalan juga lebih baik dari perkiraan, menutupi perhatian pasar pada fakta bahwa pendapatan iPhone kembali berada di bawah estimasi untuk kedua kalinya dalam tiga kuartal.
Di sisi lain, harga minyak turun setelah Iran dilaporkan menyampaikan responsnya melalui mediator Pakistan terkait amandemen terbaru AS atas draf kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Perkembangan ini mendorong pasar menilai ulang risiko gangguan pasokan energi dalam jangka dekat.
Namun, jalur diplomasi masih tampak rapuh. Presiden Donald Trump mengatakan pada Jumat ia tidak puas dengan tawaran perdamaian terbaru dari Iran, menyebut Teheran “ingin membuat kesepakatan, tetapi saya tidak puas.” Pernyataan tersebut menjaga risiko geopolitik tetap menjadi variabel yang dipantau pasar.
Ke depan, perhatian investor cenderung tertuju pada kelanjutan musim laporan keuangan dan panduan emiten teknologi besar, serta dinamika negosiasi Timur Tengah yang dapat mempengaruhi harga energi dan ekspektasi inflasi—dua faktor yang berpotensi mengubah arah yield dan valuasi ekuitas.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id