Emas Dekat Terendah 1 Bulan, Dibebani Iran dan Prospek Suku Bunga
Harga emas melemah pada Jumat (01/05) dan bertahan di dekat level terendah satu bulan, di tengah ketidakpastian berlanjutnya konflik Iran serta dampaknya terhadap ekspektasi suku bunga global. Likuiditas pasar juga relatif tipis seiring hari libur di sebagian besar Asia.
Spot gold turun 1,1% ke US$4.570,06 per ons pada 05:12 ET, sementara gold futures melemah 1% ke US$4.582,01 per ons. Tekanan ini menjaga emas tetap defensif setelah performa yang lemah dalam dua bulan terakhir.
Saat artikel ini dirilis gold turun hampir 1,29% ke US$4.562,00. Namun, secara bulanan, spot gold tercatat turun sekitar 1% pada April, melanjutkan penurunan setelah koreksi tajam pada Maret. Pasar menilai kenaikan inflasi yang dipicu lonjakan energi akibat konflik Iran mendorong aliran dana lebih kuat ke dolar, sehingga mengurangi daya tarik emas meski tensi geopolitik belum mereda.
Sinyal hawkish dari sejumlah bank sentral memperkuat tekanan pada logam mulia. The Fed, ECB, BoE, dan BoJ sama-sama menyoroti risiko inflasi berbasis energi dan memberi isyarat pengetatan kebijakan dalam waktu dekat, yang secara mekanisme meningkatkan yield dan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Di sisi geopolitik, kebuntuan AS-Iran dinilai belum menunjukkan tanda mereda. Pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang menegaskan kontrol Teheran atas Selat Hormuz menambah ketidakpastian, sementara pasar menilai dominasi kekhawatiran inflasi energi membuat emas tertinggal dibanding dolar. Fokus pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan konflik, pergerakan harga minyak, serta nada komunikasi bank sentral terkait jalur suku bunga. (srh)*
Sumber: Newsmaker.id