Perdagangan Akhir April, Hang Seng Ditutup Melemah 1,3%
Hang Seng Index melemah 1,3% ke 25.776,53 di Hong Kong pada penutupan pedagangan kemarin (30/04), menjadi penurunan harian terbesar sejak jatuh 1,9% pada 26 Maret, setelah sesi sebelumnya naik 1,7%. Tekanan datang luas: 70 dari 90 saham turun dan seluruh sektor berada di zona merah, dipimpin saham commerce & industry.
Alibaba Group Holding Ltd. menjadi kontributor terbesar penurunan indeks setelah turun 3,5%, sementara BYD Co. mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan 5,4%. Komposisi penurunan yang terkonsentrasi pada nama-nama besar menegaskan bahwa pelemahan hari ini bukan sekadar koreksi tipis, melainkan dorongan negatif dari konstituen berkapitalisasi besar.
Meski terkoreksi, kinerja periode yang lebih panjang masih konstruktif: Hang Seng naik 4% sepanjang bulan ini dan meningkat 4% dalam 30 hari terakhir, tetapi turun 0,8% sepanjang pekan ini, berpotensi menjadi penurunan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 27 Maret. Secara tahunan, indeks naik 17% dalam 52 minggu, namun masih 8,1% di bawah puncak 52-minggu pada 29 Januari 2026 dan 18% di atas titik terendah 30 April 2025.
Dari sisi penilaian, Hang Seng diperdagangkan pada P/E 13,6 (trailing) dan 11,7 kali estimasi laba satu tahun ke depan, dengan dividend yield 2,9% dan kapitalisasi pasar agregat sekitar HK$30,8 triliun. Volatilitas 30 hari naik ke 23,59% dari 23,26% sesi sebelumnya, menjaga fokus pasar pada apakah tekanan pada saham-saham pemimpin penurunan akan berlanjut dan mendorong pelemahan lebih dalam di pekan berjalan.
*Perlu diketahui, Market Hong Kong pada hari ini Jumat (01/05) tutup dikarenakan hari ini adalaah adalah hari libur nasional di Hong Kong, sehingga semua aktivitas keuangan besar seperti saham di Hong Kong Stock Exchange otomatis tidak beroperasi. Jadi tidak ada perdagangan (no trading) untuk saham maupun indeks. (asd)
Sumber: Newsmaker.id