Dolar Sentuh Terendah Selama Dua Bulan!
Indeks dolar turun di bawah level 97 pada Jumat (01/05), menyentuh posisi terendah sejak akhir Februari setelah mencatat penurunan harian terbesar sejak pertengahan Maret. Pelemahan ini terjadi saat pasar menyesuaikan ulang posisi terhadap pergerakan tajam di yen.
Penguatan yen menjadi pemicu utama, di tengah dugaan intervensi otoritas Jepang di pasar valuta asing. Sejumlah laporan menyebut pejabat AS telah diberi notifikasi sebelumnya, sejalan dengan praktik G7 yang biasanya mengedepankan koordinasi untuk intervensi mata uang berskala besar.
Dari sisi data, rilis terbaru menunjukkan pertumbuhan manufaktur AS tidak berubah di level tertinggi empat tahun pada April. Laporan tersebut menampilkan kenaikan pesanan baru yang solid, pemanjangan waktu pengiriman pemasok, serta lonjakan tekanan harga di tengah konflik Iran, yang kembali mengangkat perhatian pasar terhadap risiko inflasi berbasis energi.
Di jalur kebijakan moneter, Presiden Fed Cleveland Beth Hammack dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari menyampaikan kekhawatiran bahwa pernyataan kebijakan The Fed terbaru terlalu dovish. Komentar ini menegaskan tantangan komunikasi kebijakan ke depan, terutama jika Ketua The Fed berikutnya, Kevin Warsh, mendorong pelonggaran suku bunga di tengah tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.
Ke depan, pasar cenderung memantau tindak lanjut pergerakan yen pasca-dugaan intervensi, dinamika harga energi terkait konflik Iran, serta sinyal pejabat The Fed mengenai arah suku bunga yang bisa mengubah ekspektasi yield dan arah dolar. (srh)
Sumber: Newsmaker.id