Emas Stabil di $5.000 Menanti The Fed, Risiko Timur Tengah Menopang
Harga emas (XAU/USD) bergerak datar di sekitar level psikologis $5.000 pada awal sesi Asia, Rabu. Pelaku pasar cenderung menahan posisi jelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS.
Pada saat yang sama, eskalasi ketegangan di Timur Tengah menjaga minat terhadap emas sebagai aset safe-haven. Konflik yang melibatkan Iran dan dinamika di kawasan Teluk berpotensi meningkatkan permintaan perlindungan nilai di tengah wilayah.
Namun, dorongan kenaikan emas tertahan oleh kekhawatiran inflasi yang kembali menguat seiring kenaikan harga energi. Lonjakan harga minyak yang dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi, sehingga pasar mulai menyesuaikan ekspektasi waktu pemangkasan suku bunga AS.
Perubahan ekspektasi ini tercermin pada proyeksi Goldman Sachs yang kini melihat pemangkasan suku bunga pada bulan September dan Desember, dibandingkan perkiraan sebelumnya pada bulan Juni dan September. Dari sisi mekanisme pasar, inflasi yang lebih tinggi cenderung membuat bank sentral kurang agresif memangkas suku bunga, yang dapat mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.
The Fed sendiri memperkirakan mempertahankan suku bunga pada kisaran target 3,50% hingga 3,75% pada pertemuan Maret. Fokus pasar kemudian beralih ke pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell untuk membaca arah kebijakan berikutnya.
Nada yang lebih hawkish dari Powell berpotensi mengangkat dolar AS dan menekan komoditas berdenominasi dolar dalam jangka pendek. Dengan demikian, pergerakan emas saat ini berada di persimpangan antara dukungan safe-haven dari risiko geopolitik dan tekanan dari prospek suku bunga yang lebih tinggi lebih lama.(asd)
Sumber: Newsmaker.id