Dolar Turun Usai Iran Hentikan Serangan ke Israel
Dolar AS melemah pada perdagangan Senin (8/6) setelah Iran mengumumkan penghentian serangan militernya ke Israel. Pernyataan Tehran mendorong investor untuk kembali ke mata uang lain yang sempat tertekan akibat data lapangan kerja AS yang kuat pada Jumat lalu.
Indeks Dolar AS (DXY) turun sekitar 0,14% ke level 99,90, sementara euro naik tipis ke $1,1539 dan pound Inggris sedikit menguat ke $1,3362. Meskipun demikian, dolar masih mempertahankan sebagian besar keuntungan dari laporan Nonfarm Payroll yang menunjukkan penambahan 172.000 pekerjaan pada Mei, jauh di atas perkiraan 85.000.
Analis pasar menilai kombinasi tenaga kerja AS yang kuat dan gangguan pasokan energi akibat perang Iran meningkatkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga. Saat ini, pasar menempatkan peluang sekitar 50% untuk kenaikan suku bunga pada September di bawah kepemimpinan Ketua Fed baru, Kevin Warsh.
Mata uang safe-haven seperti yen Jepang sempat melemah, meski Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan suku bunga bulan ini. Nilai tukar yen diperdagangkan sedikit di bawah 160, setelah sebelumnya turun ke level terendah sejak Juli 2024.
Barclays menilai, prospek perjanjian AS-Iran dan rapat FOMC mendatang akan membatasi pergerakan dolar dalam jangka pendek. Investor kini tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik yang dapat memicu volatilitas pasar lebih lanjut.(yds)
Sumber: Newsmaker.id