Saham Eropa Terkoreksi, Risiko Geopolitik Masih Menggantung
Saham Eropa ditutup melemah setelah sesi yang volatil, seiring investor merespons sinyal yang saling bertabrakan terkait perang di Timur Tengah. Stoxx 600 berakhir turun 0,2% di London hari Senin (8/6), setelah sempat melemah hingga 1% di tengah pergerakan harga yang berayun tajam mengikuti perubahan sentimen geopolitik.
Risk appetite sempat membaik setelah Iran dan Israel dilaporkan sepakat mengurangi intensitas serangan pasca lonjakan kekerasan yang mengancam jalur negosiasi damai. Presiden AS Donald Trump juga menyerukan de-eskalasi, membantu menahan tekanan jual meski pasar tetap menunggu konfirmasi bahwa pelonggaran konflik benar-benar bertahan.
Rotasi sektor terlihat jelas. Saham teknologi, yang sempat menjadi sektor terburuk di awal sesi, berbalik memimpin penguatan di akhir perdagangan. Gaya momentum dan growth menjadi yang terbaik, sementara value tertinggal dan tercatat turun 0,5%, menandakan investor masih selektif dan lebih memilih tema yang dianggap punya katalis pertumbuhan.
Berita korporasi memberi warna besar pada pergerakan. Tate & Lyle melonjak 15% setelah Ingredion setuju mengakuisisi perusahaan Inggris itu senilai £2,7 miliar. Di Italia, Banca Monte dei Paschi di Siena melesat 13% setelah Intesa Sanpaolo dan Banco BPM sama-sama mengajukan penawaran untuk membeli bank tersebut.
Di sisi negatif, Zealand Pharma anjlok 23% usai rilis data uji klinis obat penurun berat badan eksperimental survodutide. Novo Nordisk turun 4,2% meski sempat menemukan area dukungan di rata-rata pergerakan 50 hari, di tengah komentar CEO bahwa portofolio obat obesitas berpotensi merambah area kesehatan yang lebih luas.
Secara year-to-date, saham Eropa masih naik sekitar 5%, namun tertinggal dari kenaikan S&P 500 yang mendekati 9%. Fokus pasar berikutnya mengarah ke ECB, yang diperkirakan segera melakukan kenaikan suku bunga pertama sejak September 2023—sebuah faktor yang berpotensi menambah volatilitas sektor sensitif suku bunga seperti properti dan finansial.(arl)
Sumber: Newsmaker.id