• Tue, Jun 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 June 2026 23:24  |

Saham Eropa Terkoreksi, Risiko Geopolitik Masih Menggantung

Saham Eropa ditutup melemah setelah sesi yang volatil, seiring investor merespons sinyal yang saling bertabrakan terkait perang di Timur Tengah. Stoxx 600 berakhir turun 0,2% di London hari Senin (8/6), setelah sempat melemah hingga 1% di tengah pergerakan harga yang berayun tajam mengikuti perubahan sentimen geopolitik.

Risk appetite sempat membaik setelah Iran dan Israel dilaporkan sepakat mengurangi intensitas serangan pasca lonjakan kekerasan yang mengancam jalur negosiasi damai. Presiden AS Donald Trump juga menyerukan de-eskalasi, membantu menahan tekanan jual meski pasar tetap menunggu konfirmasi bahwa pelonggaran konflik benar-benar bertahan.

Rotasi sektor terlihat jelas. Saham teknologi, yang sempat menjadi sektor terburuk di awal sesi, berbalik memimpin penguatan di akhir perdagangan. Gaya momentum dan growth menjadi yang terbaik, sementara value tertinggal dan tercatat turun 0,5%, menandakan investor masih selektif dan lebih memilih tema yang dianggap punya katalis pertumbuhan.

Berita korporasi memberi warna besar pada pergerakan. Tate & Lyle melonjak 15% setelah Ingredion setuju mengakuisisi perusahaan Inggris itu senilai £2,7 miliar. Di Italia, Banca Monte dei Paschi di Siena melesat 13% setelah Intesa Sanpaolo dan Banco BPM sama-sama mengajukan penawaran untuk membeli bank tersebut.

Di sisi negatif, Zealand Pharma anjlok 23% usai rilis data uji klinis obat penurun berat badan eksperimental survodutide. Novo Nordisk turun 4,2% meski sempat menemukan area dukungan di rata-rata pergerakan 50 hari, di tengah komentar CEO bahwa portofolio obat obesitas berpotensi merambah area kesehatan yang lebih luas.

Secara year-to-date, saham Eropa masih naik sekitar 5%, namun tertinggal dari kenaikan S&P 500 yang mendekati 9%. Fokus pasar berikutnya mengarah ke ECB, yang diperkirakan segera melakukan kenaikan suku bunga pertama sejak September 2023—sebuah faktor yang berpotensi menambah volatilitas sektor sensitif suku bunga seperti properti dan finansial.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai