• Thu, Mar 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 March 2026 23:34  |

Minyak dan Gas Melonjak saat Iran Umumkan Target Energi di Teluk

Harga minyak dan gas alam Eropa melonjak setelah Iran menyebut sejumlah aset energi di kawasan Teluk yang berpotensi menjadi target serangan balasan, menyusul serangan AS dan Israel terhadap industri hulu energi Iran. Lonjakan harga ini mengindikasikan pasar mulai mem-price-in risiko gangguan pasokan baru, sekaligus kekhawatiran bahwa pemulihan produksi dan distribusi energi bisa jauh lebih lambat bahkan setelah konflik mereda.

Pada Rabu, Brent sempat naik tajam hingga menyentuh area $109,95 per barel, sementara gas acuan Eropa melonjak signifikan. Pergerakan ini mempertegas bahwa narasi pasar telah bergeser dari sekadar “risiko perang” menjadi “risiko kerusakan aset fisik” yang bisa menghambat suplai lebih lama.

Konflik selama ini sudah menciptakan kekacauan di Timur Tengah, menekan arus pelayaran di Selat Hormuz dan memaksa sejumlah produsen Teluk memangkas output. Namun, industri hulu energi Iran sebelumnya relatif “lebih aman” dari serangan langsung, sehingga menahan skenario eskalasi yang berpotensi menghantam pasokan lebih besar. Situasi berubah setelah Iran menyatakan akan membalas terhadap aset kilang, petrokimia, dan gas alam di kawasan, menyusul serangan terhadap ladang gas raksasa South Pars beserta aset terkait di Asaluyeh.

Menurut Tom Marzec-Manser dari Wood Mackenzie, kenaikan harga menunjukkan pasar mulai menghitung risiko bahwa pemulihan produksi dan aliran energi akan lebih lambat ketika perang berakhir. “Kemungkinan kerusakan pada output kini meningkat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa bahkan jika Hormuz dibuka kembali, normalisasi arus bisa memakan waktu jauh lebih lama.

Sejak perang dimulai pada akhir Februari, Iran juga meningkatkan serangan di berbagai titik kawasan. Dampaknya, produksi minyak di Saudi, UEA, Kuwait, dan Irak sudah turun signifikan, sementara Qatar sempat menghentikan output LNG di fasilitas terbesar dunia. South Pars sendiri merupakan tulang punggung gas Iran untuk pasar domestik dan suplai ke negara tetangga seperti Irak dan Turki, sehingga gangguan berkepanjangan berisiko menyebar ke pasar LNG global.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan situs energi di Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, dan Qatar kini menjadi “target langsung dan sah” setelah serangan terhadap South Pars, menurut laporan Tasnim. Daftar yang disebut mencakup Ras Laffan refinery dan Mesaieed petrochemical complex di Qatar, Samref refinery dan Jubail petrochemical complex di Saudi, serta aset gas Al Hosn di UEA. Sejumlah fasilitas dilaporkan mulai melakukan langkah evakuasi sebagai tindakan pencegahan, termasuk oleh Saudi Aramco pada fasilitas Samref dan Jubail.

Analis Rabobank, Florence Schmit, menilai serangan-serangan baru mengembalikan fokus pasar pada realitas pasokan fisik: pengetatan energi terjadi dari hari ke hari seiring pembatasan produksi dan gangguan logistik. Dengan daftar target yang lebih luas, pasar melihat risiko “damage to supply” meningkat, yang berpotensi memperpanjang periode volatilitas tinggi.

South Pars adalah ladang gas terbesar Iran dan pada 2025 mencatat rekor produksi harian sekitar 730 juta meter kubik, menurut Shana (layanan berita resmi kementerian minyak Iran). Turki mengimpor lebih dari 10% kebutuhan gasnya dari Iran, sehingga potensi gangguan bisa memaksa Turki mencari LNG spot tambahan—yang pada akhirnya memperketat kompetisi global untuk LNG. Irak juga dilaporkan menyatakan aliran gas dari Iran sempat terhenti.

Insight Newsmaker: pasar energi kini bukan hanya memperhitungkan kapan perang mereda, tetapi juga seberapa besar “kerusakan fisik” pada aset energi Teluk dan Iran, serta berapa lama pemulihan supply chain bisa berlangsung. Selama ancaman balasan tetap aktif dan daftar target melebar, premi risiko minyak dan gas berpotensi tetap tinggi meski ada upaya stabilisasi dari cadangan darurat.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai