Dolar Australia Ngebut, Data Kerja Bikin Pasar Kaget
Dolar Australia menguat terhadap dolar AS pada hari Kamis setelah data tenaga kerja Australia keluar jauh lebih kuat dari perkiraan. Pasar menilai data ini bisa membuat Reserve Bank of Australia (RBA) lebih hati-hati untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Menurut ABS, penyerapan tenaga kerja naik 65,2 ribu pada bulan Desember, berbalik dari revisi penurunan di bulan sebelumnya. Tingkat kemiskinan turun menjadi 4,1% dari 4,3%. ABS juga menyebut lebih banyak kelompok usia 15–24 tahun masuk kerja, ikut mendorong peningkatan total pekerjaan.
Kuatnya data pekerjaan ini menambah alasan bagi RBA untuk tetap mewaspadai inflasi. IMF juga mendorong RBA tetap hati-hati karena inflasi sudah lama berada di atas target 2%–3%, sementara indikator inflasi domestik terbaru menunjukkan tekanan kembali naik.
Namun penguatan AUD tidak sepenuhnya mulus karena dolar AS juga menguat. Dolar mendapat dukungan setelah muncul kabar Trump menahan ancaman tarif terhadap negara Eropa terkait isu Greenland, sehingga sentimen pasar membaik dan permintaan USD ikut naik.
Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed juga mundur karena data tenaga kerja AS masih solid—pasar kini banyak mematok pemangkasan berikutnya baru sekitar pertengahan tahun. Pergerakan AUD juga tetap sensitif pada China (mitra dagang utama Australia): produksi industri China menguat, tapi penjualan ritel lebih lemah dari perkiraan—membuat pasar tetap saluran masuk ke aset berisiko.(asd)
Sumber : Newsmaker.id