Stok Minyak AS Melonjak, Pasar Langsung Waspada
Stok minyak AS bikin pasar kaget pada pekan yang berakhir 16 Januari 2026. Persediaan minyak mentah naik 3,602 juta barel, jauh di atas ekspektasi pasar yang cuma memperkirakan kenaikan sekitar 1,1 juta barel. Lonjakan ini langsung memperkuat sinyal bahwa pasokan di AS sedang longgar.
Tekanan makin terasa karena stok di Cushing, Oklahoma—pusat distribusi penting untuk WTI—ikut melonjak 1,478 juta barel, menjadi kenaikan terbesar sejak Agustus 2025. Naiknya stok di Cushing biasanya dianggap “alarm” untuk harga WTI, karena menandakan suplai di titik krusial makin menumpuk.
Bukan cuma crude, stok produk jadi juga meledak. Bensin naik 5,977 juta barel, jauh di atas perkiraan +1,7 juta barel. Ini biasanya dibaca pasar sebagai tanda permintaan konsumsi belum cukup kencang atau suplai kilang lagi deras.
Yang paling “nggak nyangka” datang dari distilat. Stok distilat (solar & heating oil) justru naik 3,348 juta barel, padahal pasar berharap turun 0,2 juta barel. Kalau distilat ikut naik, pasar sering menilai demand industri/logistik belum sekencang narasi optimistis.
Kesimpulan market: data seperti ini cenderung bearish buat oil dalam jangka pendek, karena tiga lini utama—crude, bensin, dan distilat—kompak naik besar. Biasanya, pasar akan menunggu konfirmasi lanjutan (tren beberapa minggu) sebelum mengubah arah besar, tapi untuk reaksi cepat, angka-angka ini jelas menambah beban buat harga. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id