• Sat, Mar 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 August 2025 19:52  |

Minyak Naik, Pasar Pantau Pertemuan Damai

Harga minyak naik tipis pada hari Senin(11/8), setelah turun lebih dari 4% pekan lalu, seiring investor menantikan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Rusia akhir pekan ini terkait perang di Ukraina.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 36 sen atau 0,54% menjadi $66,95 per barel pada pukul 12:02 GMT, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 34 sen atau 0,53% menjadi $64,22 per barel.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Alaska untuk merundingkan penghentian perang di Ukraina.

Pembicaraan ini berlangsung setelah meningkatnya tekanan AS terhadap Rusia, dengan kemungkinan sanksi terhadap Moskow akan diperketat jika kesepakatan damai tidak tercapai. Trump menetapkan batas waktu hingga Jumat lalu bagi Rusia, yang menginvasi Ukraina pada Februari 2022, untuk menyetujui perdamaian atau pembeli minyaknya akan menghadapi sanksi sekunder. Pada saat yang sama, Washington mendesak India untuk mengurangi pembelian minyak Rusia.

Harga minyak turun dalam beberapa hari terakhir karena pelaku pasar mengurangi perkiraan gangguan pasokan, kemungkinan karena AS hanya memberlakukan tarif tambahan pada India, bukan pada semua pembeli minyak Rusia, kata analis UBS Giovanni Staunovo.

UBS memangkas perkiraan harga Brent akhir tahun menjadi $62 per barel dari sebelumnya $68, dengan alasan pasokan yang lebih tinggi dari Amerika Selatan dan produksi yang tetap kuat dari negara-negara yang terkena sanksi. Bank tersebut juga menambahkan bahwa permintaan India belakangan ini lebih rendah dari perkiraan, dan OPEC+ diperkirakan akan menghentikan kenaikan produksi kecuali muncul gangguan pasokan yang lebih besar dan tak terduga.

Konsorsium yang dipimpin Exxon Mobil memulai produksi minyak mentah empat bulan lebih awal dari jadwal di kapal keempat floating production, storage and offloading (FPSO) di Guyana, kata Exxon pada Jumat.

Tarif impor yang lebih tinggi dari Trump terhadap puluhan negara, yang mulai berlaku Kamis lalu, diperkirakan akan membebani aktivitas ekonomi karena memaksa perubahan rantai pasok dan memicu inflasi yang lebih tinggi.

Sementara itu, data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok pada Sabtu menunjukkan harga produsen turun lebih besar dari perkiraan pada Juli. (az)

Sumber: Reuters

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
BIAS23.com NM23 Ai