• Sat, Mar 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 August 2025 16:43  |

Minyak Menuju Penurunan Mingguan Terdalam Sejak Juni

Harga minyak stabil pada hari Jumat (8/8), namun bersiap mencatatkan penurunan mingguan terdalam sejak akhir Juni, di tengah kekhawatiran atas prospek ekonomi akibat tarif baru dan potensi pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kontrak berjangka naik 21 sen atau 0,32% menjadi $66,64 per barel (pukul 09:01 GMT)

Kontrak berjangka WTI (West Texas Intermediate) naik 18 sen atau 0,28% menjadi $64,06 per barel

Namun secara mingguan:

Brent diperkirakan turun 4,3%

WTI diperkirakan turun 4,9% dibandingkan penutupan Jumat lalu

 

Tarif AS Picu Kekhawatiran Ekonomi dan Permintaan Energi

Kenaikan tarif AS terhadap berbagai mitra dagang mulai berlaku Kamis, memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi dan permintaan terhadap minyak mentah, menurut analis ANZ Bank.

Ini terjadi di tengah kondisi pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan, dan pengumuman Kremlin bahwa Putin dan Trump akan bertemu dalam beberapa hari ke depan, di saat ketegangan perdagangan antara AS dan konsumen minyak Rusia meningkat.

Trump juga mengancam akan menaikkan tarif terhadap India jika negara tersebut terus membeli minyak Rusia. Pasar melihat hal ini sebagai tekanan tambahan pada Rusia untuk mencapai kesepakatan dengan AS, menurut analis independen Tina Teng.

China — pembeli terbesar minyak Rusia — juga disebut-sebut bisa dikenai tarif tambahan seperti India.

Harapan Diplomatik dan Potensi Pelonggaran Sanksi

Rencana pertemuan ini memicu harapan akan penyelesaian diplomatik perang di Ukraina, yang bisa membuka peluang pelonggaran sanksi terhadap Rusia. Pasar saham Rusia pun mengalami penguatan setelah kabar tersebut.

Namun, sejumlah analis tetap waspada.

"Pemimpin Rusia diperkirakan akan tetap bersikeras pada tuntutan teritorialnya, yang sulit diterima bagi negara yang diserang. Di sisi lain, Presiden AS kemungkinan akan menekan untuk gencatan senjata,"ujar analis PVM, Tamas Varga.

Dia menambahkan bahwa terobosan besar tidak diantisipasi, dan AS masih bisa menindaklanjuti ancaman sanksi sekunder terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam energi Rusia — termasuk China dan India.(yds)

Sumber: Reuters

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
BIAS23.com NM23 Ai