Harga Minyak Turun 5 Hari Berturut, Terpanjang Sejak Januari
Harga minyak mentah terus turun selama lima hari berturut-turut, mencatat penurunan terpanjang sejak Januari. Penurunan ini terjadi karena investor tampaknya tidak terlalu terpengaruh oleh ancaman sanksi AS terhadap negara-negara pembeli minyak Rusia. Saat ini, harga West Texas Intermediate (WTI) berada di bawah $65 per barel, dan Brent berada sedikit di bawah $67, mencatat level terendah sejak awal Juni.
Langkah terbaru dari Presiden AS Donald Trump adalah menggandakan tarif impor barang dari India menjadi 50% karena India tetap membeli energi dari Rusia. Tarif ini akan mulai berlaku dalam tiga minggu. Namun, sejauh ini belum ada kebijakan serupa yang ditujukan ke Tiongkok, yang juga merupakan pembeli utama minyak dari Rusia.
Di sisi diplomatik, Trump menyatakan kemungkinan besar akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam waktu dekat untuk mendorong perdamaian antara kedua negara. Ia juga menyebut akan ada tambahan sanksi terkait pembelian minyak Rusia, meski belum dijelaskan lebih lanjut.
Harga minyak sempat naik selama tiga bulan berturut-turut, tetapi kini kembali tertekan akibat kekhawatiran kelebihan pasokan dari OPEC+ serta ketidakpastian ekonomi global. Tarif perdagangan baru yang diumumkan Trump juga menambah kekhawatiran pasar akan turunnya permintaan energi dalam waktu dekat.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id