Minyak Stabil, Ancaman Tarif Trump untuk India Jadi Sorotan
Harga minyak mentah cenderung stabil pada Selasa pagi setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Investor kini mempertimbangkan potensi gangguan pasokan dari Rusia, seiring Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif ekspor India ke AS. Ancaman tersebut merupakan respons atas keputusan India membeli minyak mentah dari Rusia, yang dinilai mendukung mesin perang Moskow. New Delhi langsung mengecam langkah itu sebagai tidak adil.
Minyak Brent diperdagangkan di bawah $69 per barel, sementara WTI mendekati $66. Tekanan harga dalam beberapa sesi terakhir dipicu oleh tanda-tanda perlambatan ekonomi AS dan pelonggaran pengurangan pasokan oleh OPEC+, yang memicu kekhawatiran kelebihan pasokan di paruh kedua tahun ini.
Meski fundamental pasar menunjukkan tren bearish, analis ING menyebut potensi sanksi sekunder terhadap pembeli minyak Rusia, seperti India dan China, bisa menjadi risiko besar yang mengganggu pasar. India sendiri telah menjadi pembeli terbesar minyak Rusia sejak awal invasi Ukraina, mengimpor sekitar sepertiga dari total kebutuhan minyaknya dari Moskow.
Jika ancaman tarif benar-benar dijalankan, India kemungkinan harus mencari sumber pasokan lain. Rystad Energy memperkirakan negara-negara OPEC+ di Timur Tengah siap menutupi kekurangan yang mungkin terjadi. Di sisi lain, OPEC+ juga sudah sepakat menaikkan produksi mulai September sebesar 547.000 barel per hari.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id