Minyak Naik Lebih dari 1%, Krisis TimTeng Dorong Harga Dekati Puncak
Harga minyak global menguat lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (19/8) dan bergerak dekat level tertinggi dalam hampir tiga pekan. Brent naik sekitar 1,3% ke US$92,21 per barel, sementara WTI menguat sekitar 1,8% ke US$86,45 per barel. Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak 30 Juli, sedangkan WTI mencapai posisi tertinggi sejak 24 Juli.
Penguatan minyak terutama dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Uni Emirat Arab memutuskan menangguhkan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran setelah ketegangan terbaru meningkat, memperbesar kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan dan kelancaran pasokan energi.
Risiko di Selat Hormuz juga masih menjadi faktor utama. Aktivitas pelayaran melalui jalur strategis tersebut tetap lambat karena sebagian besar pemilik kapal memilih menghindari kawasan itu. Belum adanya kepastian mengenai pembukaan kembali jalur tersebut membuat pasar terus memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak.
Ketegangan diplomatik AS-Iran juga belum menunjukkan tanda mereda. Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan menyebut Hormuz telah terbuka. Namun, Teheran membantah klaim tersebut dan menegaskan jalur tersebut masih ditutup.
Situasi semakin sensitif setelah kesepakatan gencatan senjata sementara berakhir pada Senin. Seorang pejabat senior Iran menyatakan negaranya bergerak menuju sikap militer yang lebih ofensif akibat kebuntuan diplomatik, meskipun belum ada laporan serangan baru dari kedua pihak pada Selasa.
Analisis Newsmaker: sentimen minyak masih cenderung bullish selama ketegangan Timur Tengah dan ketidakpastian Hormuz belum mereda. Brent yang sudah bergerak di atas US$92 menunjukkan risk premium semakin besar. Jika konflik kembali meningkat atau pelayaran Hormuz semakin terganggu, minyak berpeluang melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, tanda-tanda deeskalasi dapat memicu profit taking setelah reli tajam beberapa sesi terakhir.(yds)
Sumber: Newsmaker.id