• Thu, Aug 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 August 2026 01:17  |

Minyak Naik Lebih dari 1%, Krisis TimTeng Dorong Harga Dekati Puncak

Harga minyak global menguat lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (19/8) dan bergerak dekat level tertinggi dalam hampir tiga pekan. Brent naik sekitar 1,3% ke US$92,21 per barel, sementara WTI menguat sekitar 1,8% ke US$86,45 per barel. Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak 30 Juli, sedangkan WTI mencapai posisi tertinggi sejak 24 Juli.

Penguatan minyak terutama dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Uni Emirat Arab memutuskan menangguhkan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran setelah ketegangan terbaru meningkat, memperbesar kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan dan kelancaran pasokan energi.

Risiko di Selat Hormuz juga masih menjadi faktor utama. Aktivitas pelayaran melalui jalur strategis tersebut tetap lambat karena sebagian besar pemilik kapal memilih menghindari kawasan itu. Belum adanya kepastian mengenai pembukaan kembali jalur tersebut membuat pasar terus memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak.

Ketegangan diplomatik AS-Iran juga belum menunjukkan tanda mereda. Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan menyebut Hormuz telah terbuka. Namun, Teheran membantah klaim tersebut dan menegaskan jalur tersebut masih ditutup.

Situasi semakin sensitif setelah kesepakatan gencatan senjata sementara berakhir pada Senin. Seorang pejabat senior Iran menyatakan negaranya bergerak menuju sikap militer yang lebih ofensif akibat kebuntuan diplomatik, meskipun belum ada laporan serangan baru dari kedua pihak pada Selasa.

 

Analisis Newsmaker: sentimen minyak masih cenderung bullish selama ketegangan Timur Tengah dan ketidakpastian Hormuz belum mereda. Brent yang sudah bergerak di atas US$92 menunjukkan risk premium semakin besar. Jika konflik kembali meningkat atau pelayaran Hormuz semakin terganggu, minyak berpeluang melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, tanda-tanda deeskalasi dapat memicu profit taking setelah reli tajam beberapa sesi terakhir.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai