Gold Melesat, Treasury AS Buka Jalan ke US$4.500
Harga emas melonjak tajam pada perdagangan Rabu (19/8) dan mencapai level tertinggi sejak awal Juni setelah yield obligasi pemerintah AS turun menyusul pengumuman mengejutkan dari Departemen Keuangan AS. Spot gold sempat naik sekitar 3,8% hingga menembus US$4.499 per troy ons, sebelum diperdagangkan di sekitar US$4.490,94 pada sesi New York.
Penguatan gold dipicu oleh keputusan Treasury AS untuk memperbesar program buyback surat utang pemerintah jangka panjang. Pemerintah akan setidaknya menggandakan ukuran operasi pembelian kembali untuk Treasury tenor 10 hingga 30 tahun. Langkah ini dipandang sebagai upaya memberikan dukungan likuiditas sekaligus meredakan tekanan pada biaya pinjaman setelah yield jangka panjang sebelumnya mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade.
Reaksi pasar langsung terlihat pada obligasi tenor panjang. Harga Treasury 30 tahun menguat dan yield turun, sementara dolar AS ikut melemah. Bloomberg Dollar Spot Index turun sekitar 0,8%. Kombinasi yield yang lebih rendah dan dolar yang lebih lemah menjadi katalis positif bagi emas karena mengurangi opportunity cost memegang aset tanpa bunga sekaligus membuat bullion relatif lebih murah bagi pembeli menggunakan mata uang lain.
Sentimen terhadap emas juga mendapat dukungan dari kembalinya permintaan investor dan pembelian bank sentral, terutama China. ETF berbasis emas yang dipantau Bloomberg mencatat tambahan lebih dari 257.000 ons pada Selasa, inflow harian terbesar sejak April. Survei fund manager Bank of America juga menunjukkan semakin banyak investor menilai gold masih relatif undervalued dibandingkan aset lainnya.
Namun, perjalanan gold belum sepenuhnya bebas hambatan. Prospek perdamaian AS-Iran yang semakin suram berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi dan mempertahankan risiko inflasi. FOMC Minutes Juli juga menunjukkan lebih banyak pejabat Fed mendukung kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tidak membaik. Suku bunga yang lebih tinggi dapat kembali menjadi tekanan bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset berbunga.
Analisis Newsmaker: lonjakan menuju area US$4.500 menunjukkan momentum bullish gold kembali sangat kuat setelah Treasury AS berhasil menekan yield dan dolar melemah tajam. Jika harga mampu bertahan di atas area US$4.480–US$4.500, peluang kelanjutan rally masih terbuka. Namun, setelah kenaikan lebih dari 3% dalam sehari, risiko profit taking juga meningkat. Arah selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan yield Treasury, respons dolar terhadap kebijakan buyback, serta seberapa hawkish sikap Fed setelah FOMC Minutes.(yds)
Sumber: Newsmaker.id