DXY Jatuh ke Low Juni, Gold Ambil Momentum
Harga emas menguat cukup solid pada perdagangan sesi AS Rabu (19/8), dengan XAU/USD bergerak di sekitar US$4.380 per troy ons, naik hampir 1% dalam sehari. Penguatan terjadi setelah dolar AS melemah dan yield Treasury jangka panjang mengalami koreksi moderat, membantu emas memulihkan sebagian kerugian dari sesi sebelumnya.
Meski demikian, buyer masih belum menunjukkan keyakinan penuh. Pergerakan emas tetap terjebak dalam rentang yang relatif sempit selama sepekan terakhir karena pasar menghadapi fundamental yang saling bertolak belakang. Fokus utama kini tertuju pada arah kebijakan Federal Reserve dan perkembangan konflik di Timur Tengah.
Risalah FOMC Juli yang akan dirilis pukul 18:00 GMT menjadi katalis utama. Sejak pertemuan tersebut, data tenaga kerja dan inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Menurut CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga September kini turun menjadi sekitar 32%, memberikan dukungan bagi emas.
Selain ekspektasi Fed yang lebih dovish, emas juga mendapat dukungan dari kekhawatiran terhadap meningkatnya utang pemerintah AS, membaiknya permintaan investor, serta pembelian emas oleh bank sentral, khususnya China. Faktor-faktor tersebut membantu menjaga minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai dalam jangka menengah.
Namun, risiko inflasi belum sepenuhnya mereda. Lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah masih berpotensi mendorong inflasi kembali naik dan mempertahankan peluang pengetatan Fed di masa depan. Yield Treasury jangka panjang juga tetap berada di level tinggi, sehingga membatasi ruang kenaikan emas karena meningkatkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil.
Analisis Newsmaker: bias gold saat ini cenderung bullish jangka pendek, terutama karena DXY turun ke sekitar 99,28, level terendah sejak 5 Juni, dan probabilitas Fed hike terus melemah. Namun, area US$4.380–US$4.400 tetap menjadi resistance penting. Jika FOMC Minutes kembali memperkuat ekspektasi Fed menahan suku bunga, breakout di atas US$4.400 dapat membuka ruang kenaikan berikutnya. Sebaliknya, nada yang lebih hawkish dan kenaikan kembali yield Treasury berpotensi memicu koreksi cepat pada XAU/USD.(arl)
Sumber : Newsmaker.id