• Thu, Aug 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 August 2026 01:03  |

Risalah FOMC: Sejumlah Pejabat Masih Buka Peluang Rate Hike

Risalah pertemuan Federal Reserve Juli menunjukkan sejumlah pejabat masih melihat kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Dalam rapat 28–29 Juli, FOMC memutuskan dengan suara 9-3 untuk mempertahankan federal funds rate di kisaran 3,50%–3,75%, sementara tiga pejabat memilih kenaikan sebesar 25 basis poin.

Perdebatan utama masih berpusat pada inflasi. Mayoritas pejabat memperkirakan tekanan harga akan mulai melandai hingga akhir tahun seiring dampak tarif dan kenaikan energi sebelumnya berkurang. Namun, banyak anggota FOMC memperingatkan bahwa inflasi bisa bertahan lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama, sehingga pengetatan tambahan tetap diperlukan jika proses disinflasi terhenti.

Ketidakpastian geopolitik juga menjadi perhatian besar. Eskalasi kembali perang Iran dinilai membuat prospek inflasi semakin sulit diprediksi karena berpotensi mempertahankan harga energi pada level tinggi. Di sisi lain, pejabat Fed masih menggambarkan pasar tenaga kerja relatif stabil dan pertumbuhan ekonomi tetap solid, didukung investasi modal serta pertumbuhan produktivitas.

Namun, data ekonomi yang dirilis setelah pertemuan Juli mulai mengubah gambaran tersebut. Retail Sales turun tajam, inflasi inti Juli relatif terkendali, sementara perusahaan AS secara tak terduga memangkas lapangan kerja dan data dua bulan sebelumnya direvisi lebih rendah. Kombinasi tersebut membuat pasar semakin meragukan kebutuhan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Ekspektasi pasar terhadap Fed hike pun turun signifikan. Probabilitas kenaikan suku bunga September berada di sekitar 36%, jauh lebih rendah dibandingkan lebih dari 70% pada akhir Juli. Risalah juga mengungkap Ketua Fed Kevin Warsh mengusulkan agar jumlah rapat kebijakan tahunan dikurangi dari delapan menjadi enam, meskipun perubahan tersebut dipastikan tidak akan dilakukan tahun ini.

 

Analisis Newsmaker: FOMC Minutes memang menunjukkan bias yang relatif hawkish karena banyak pejabat masih membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak turun. Namun, data ekonomi terbaru yang melemah membuat pasar belum sepenuhnya percaya bahwa Fed akan benar-benar menaikkan suku bunga September. Bagi pasar, risalah ini dapat memberikan dukungan sementara kepada dolar dan yield, sekaligus menahan kenaikan emas. Tetapi jika data berikutnya terus menunjukkan pelemahan tenaga kerja dan inflasi yang terkendali, peluang Fed hike dapat kembali turun dan menjadi faktor positif bagi gold.(yds)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai