Emas Tertahan, Pasar Menimbang Arah The Fed
Harga emas bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (3/8) karena investor menimbang arah suku bunga Federal Reserve setelah ketegangan di Timur Tengah mulai mereda. Emas diperdagangkan di sekitar US$4.050 per troy ounce setelah mencatat kenaikan 1% sepanjang Juli.
Sentimen pasar membaik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Trump mengatakan pembicaraan baru akan dimulai setelah sejumlah sekutu AS di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, meminta Washington memberi kesempatan bagi diplomasi.
Meredanya risiko konflik membuat harga minyak AS turun dan ditutup mendekati US$80 per barel. Penurunan energi membantu mengurangi kekhawatiran inflasi, sehingga ekspektasi bahwa The Fed harus menaikkan suku bunga secara agresif ikut melemah.
Namun, emas belum sepenuhnya bebas dari tekanan. Suku bunga yang berpotensi tetap tinggi dapat meningkatkan daya tarik obligasi dan mengurangi minat terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil. Ketidakpastian hasil diplomasi AS–Iran juga membuat investor berhati-hati.
Emas spot akhirnya turun tipis 0,2% menjadi US$4.054,95 per troy ounce. Sementara itu, perak naik 0,9% ke US$58,12, sedangkan platinum dan palladium melemah. Indeks dolar AS bergerak relatif datar.
Analisis Newsmaker: Emas masih dalam fase konsolidasi. Penurunan minyak dan yield dapat menopang harga, tetapi meredanya permintaan aset aman membatasi kenaikan. Area US$4.050 menjadi penopang terdekat, sedangkan US$4.080–US$4.100 menjadi hambatan utama.(arl)
Sumber : Newsmaker.id