Dolar Menguat Versus Mata Uang Utama
Indeks dolar AS menguat sekitar 0,1% ke area 99,90 pada hari Senin (3/8), mendekati level psikologis 100,00. Penguatan terjadi setelah data manufaktur Amerika Serikat menunjukkan aktivitas ekonomi masih berkembang kuat dan membuka peluang The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga ketat.
ISM Manufacturing PMI AS naik menjadi 55,6 pada Juli dari 53,3, melampaui perkiraan 54,0. Indeks pesanan baru meningkat menjadi 56,7, sementara indeks harga turun menjadi 71,1 dari 73,0 tetapi tetap menunjukkan tekanan biaya produksi masih tinggi.
Euro melemah sekitar 0,2%, membawa EUR/USD turun ke kisaran 1,1510. Kenaikan yield obligasi AS setelah rilis data ISM mendorong aksi beli dolar, meski euro masih bertahan di atas level penting 1,1500.
Pound sterling menjadi salah satu mata uang yang paling tertekan. GBP/USD turun sekitar 0,4% ke 1,3430, sedangkan AUD/USD melemah 0,5% ke sekitar 0,6990 dan kembali jatuh di bawah level psikologis 0,7000.
Berbeda dengan mata uang lainnya, yen tetap menguat. USD/JPY turun sekitar 0,4% ke 156,90 karena pasar masih enggan kembali menjual yen setelah intervensi Jepang dan ancaman tindakan lanjutan dari otoritas.
Analisis Newsmaker: Dolar berpeluang mempertahankan penguatan jika data ekonomi AS tetap solid dan yield kembali naik. Namun, area DXY 100,00 menjadi hambatan penting. Sementara itu, ancaman intervensi Jepang dapat membuat USD/JPY tetap tertekan meskipun dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya.(arl)
Sumber : Newsmaker.id