Meta dan Alphabet Bawa Wall Street Melesat
Bursa saham AS mengawali Agustus dengan kenaikan tajam. Indeks Dow Jones ditutup pada rekor baru setelah meredanya ketegangan AS–Iran menekan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah.
Harga minyak turun sekitar 5% setelah Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz akan berlangsung. Meski Teheran membantah adanya negosiasi langsung, pasar tetap menyambut peluang meredanya konflik.
S&P 500 melonjak 1,48% ke level 7.600,61, Nasdaq Composite naik 2,12% menjadi 25.912,86, sedangkan Dow Jones menguat 1,34% atau sekitar 704 poin ke 53.189,55.
Sektor layanan komunikasi menjadi penggerak utama dengan kenaikan lebih dari 4%, didorong saham Meta dan Alphabet. Sebaliknya, sektor energi turun lebih dari 1% karena pelemahan harga minyak menekan saham perusahaan migas.
Sentimen juga ditopang musim laporan keuangan yang kuat. Dari 304 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerja, sekitar 85,2% berhasil melampaui perkiraan analis. Saham Amazon ikut menguat setelah nilai pasarnya menembus US$3 triliun untuk pertama kalinya.
Analisis Newsmaker: Penurunan minyak dan yield membantu meningkatkan minat terhadap saham teknologi dan aset berisiko. Namun, reli masih bergantung pada perkembangan negosiasi AS–Iran, laporan keuangan perusahaan AI, serta ekspektasi suku bunga The Fed. Kegagalan diplomasi dapat kembali mengangkat minyak dan menekan Wall Street.(arl)
Sumber : Newsmaker.id