Inflasi Mereda, Emas Bertahan di Atas US$4.050
Harga emas mengawali perdagangan pekan ini dengan penguatan terbatas dan bertahan di atas US$4.060 per troy ounce. Namun, kenaikan masih tertahan di bawah US$4.100 karena dolar AS mencoba bangkit dari level terendah sejak pertengahan Juni.
Emas mendapat dukungan dari penurunan tajam harga minyak setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Washington dan Teheran dijadwalkan kembali berunding pada Senin, meningkatkan harapan berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama lima bulan.
Keputusan OPEC+ menaikkan produksi pada September turut menekan harga minyak. Turunnya biaya energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi peluang Federal Reserve menaikkan suku bunga secara agresif, sehingga menjadi sentimen positif bagi emas.
Meski demikian, pelaku pasar masih berhati-hati menunggu perkembangan perundingan AS–Iran. Kegagalan diplomasi dapat kembali mendorong permintaan dolar dan aset aman, sekaligus memicu volatilitas tajam pada emas dan pasar keuangan global.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada data ISM Manufaktur AS yang dirilis Senin dan laporan Nonfarm Payrolls pada Jumat.
Analisis Newsmaker: Emas masih bullish terbatas selama bertahan di atas US$4.050, dengan resistance terdekat berada di area US$4.080 hingga US$4.100.(asd)
Sumber: Newsmaker.id