Trump Buka Jalan Damai, Minyak Jatuh 5%
Harga minyak turun tajam pada perdagangan Senin (3/8) setelah mencatat kenaikan lebih dari 20% sepanjang Juli. Brent kontrak Oktober melemah 4,6% ke US$83,89 per barel, sementara WTI kontrak September turun 5% ke US$80,41 per barel.
Tekanan muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran. Trump mengatakan keputusan tersebut diambil setelah Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar meminta Washington memberi kesempatan lebih besar bagi jalur diplomasi.
Trump mengklaim pembicaraan sedang berlangsung untuk membuka kembali Selat Hormuz, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan program nuklir Iran. Ia menyebut kesempatan ini sebagai peluang terakhir bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Namun, Iran membantah sedang bernegosiasi langsung dengan Washington. Teheran mengatakan pembicaraan hanya dilakukan bersama Oman untuk menciptakan jalur sementara yang aman bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Perbedaan pernyataan tersebut membuat pasar tetap berhati-hati.
Penurunan minyak turut diperkuat oleh keputusan OPEC+ menaikkan kuota produksi sekitar 188.000 barel per hari mulai September. Langkah itu menunjukkan kelompok produsen mulai mengembalikan pasokan secara bertahap ketika risiko geopolitik dinilai sedikit mereda.
Analisis Newsmaker: Minyak masih berpotensi tertekan jika Selat Hormuz benar-benar dibuka dan negosiasi menghasilkan kemajuan. Namun, bantahan Iran menunjukkan kesepakatan belum pasti. Kegagalan diplomasi atau serangan baru dapat dengan cepat mengangkat kembali premi risiko dan memicu lonjakan harga minyak.(arl)
Sumber : Newsmaker.id