Trump Beri Ultimatum, Minyak Kembali Naik
Harga minyak kembali menguat pada perdagangan Selasa setelah mencatat penurunan tajam sehari sebelumnya. Brent kontrak Oktober naik 1,3% ke US$84,84 per barel, sementara WTI kontrak September menguat 0,95% ke US$81,10 per barel.
Kenaikan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut tawaran diplomasi terbaru sebagai “kesempatan terakhir” bagi Iran. Trump menginginkan Selat Hormuz segera dibuka penuh agar arus minyak dan gas global kembali normal.
Namun, Iran membantah sedang bernegosiasi langsung dengan Washington. Teheran hanya mengakui adanya kemajuan pembicaraan dengan Oman untuk meningkatkan jumlah kapal yang dapat melintasi Selat Hormuz secara aman.
Risiko keamanan masih tinggi setelah sebuah kapal kargo di dekat Oman dilaporkan terkena proyektil tak dikenal. Selat Hormuz sebelumnya menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, tetapi arus pengiriman kini masih sangat terbatas.
Ancaman pasokan juga datang dari Laut Hitam. Serangan terhadap kilang, tanker, dan jaringan pipa Rusia meningkat sepanjang Juli, sementara pemilik kapal mulai lebih berhati-hati melakukan pemuatan di terminal penting ekspor minyak Kazakhstan.
Analisis Newsmaker: Minyak masih berpeluang bergerak sangat fluktuatif. Kemajuan diplomasi dapat kembali menekan harga, tetapi ultimatum Trump, bantahan Iran, dan serangan terhadap kapal menjaga premi risiko tetap tinggi. WTI perlu mempertahankan area US$80, sedangkan Brent berpeluang menguji kembali US$85.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id