Emas Menanti Kepastian Hormuz
Harga emas bergerak dalam kisaran sempit pada perdagangan Asia Selasa(4/8). Emas spot berada di sekitar US$4.052,81 per troy ounce, setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan kenaikan tipis 0,2%.
Pasar masih menunggu perkembangan pembicaraan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Normalisasi pelayaran dapat meningkatkan pasokan energi, menekan harga minyak, dan meredakan kekhawatiran inflasi yang selama ini membatasi penguatan emas.
Presiden AS Donald Trump menyebut tawaran diplomasi tersebut sebagai kesempatan terakhir bagi Iran. Namun, Teheran membantah sedang berunding langsung dengan Washington dan hanya mengakui adanya kemajuan pembicaraan bersama Oman mengenai jalur aman bagi kapal.
Dari sisi moneter, Presiden The Fed New York John Williams menilai tingkat suku bunga saat ini sudah tepat karena inflasi diperkirakan melandai pada semester kedua. The Fed sebelumnya mempertahankan bunga di kisaran 3,50%–3,75%, meski tiga pejabat mendukung kenaikan 25 basis poin.
Citi Research memperkirakan harga emas berpotensi bergerak datar atau melemah dalam satu bulan ke depan sebelum kembali menguat menuju US$4.500 pada kuartal keempat. Proyeksi tersebut bergantung pada berakhirnya konflik, pelemahan dolar, dan penurunan suku bunga riil.
Analisis Newsmaker: Emas berpeluang tetap berkonsolidasi selama belum ada kepastian mengenai Selat Hormuz dan arah kebijakan The Fed. Area US$4.050 menjadi level penentu, dengan resistance di US$4.080–US$4.100 dan support berikutnya di US$4.020–US$4.000.(gn)
Sumber: Newsmaker.id