Emas Tertahan, Risiko Iran dan The Fed Membayangi
Harga emas bergerak terbatas di atas US$4.065 per troy ounce pada sesi Asia Selasa (04/08). Pelaku pasar masih enggan mengambil posisi besar sambil menunggu perkembangan konflik Amerika Serikat–Iran serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Dolar AS belum mampu melanjutkan pemulihan kuat dari level terendah sejak pertengahan Juni. Kondisi tersebut membantu menahan penurunan emas, tetapi ketidakpastian diplomasi Washington dan Teheran tetap menjaga permintaan terhadap dolar sebagai aset aman.
Harapan perdamaian kembali melemah setelah Iran membantah adanya negosiasi dengan AS. Ketegangan bertambah setelah Garda Revolusi Iran dilaporkan menyerang pangkalan militer AS di Kuwait menggunakan drone, sementara Teheran menolak klaim bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka penuh.
Harga minyak yang mulai pulih turut meningkatkan kekhawatiran inflasi. Pasar menilai kenaikan biaya energi dapat mendorong The Fed mempertahankan kebijakan ketat atau kembali menaikkan suku bunga, sehingga membatasi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Ekspektasi hawkish juga diperkuat oleh data ISM Manufaktur AS yang naik ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun. Ekonomi yang tetap kuat memberi The Fed ruang lebih besar untuk melawan inflasi tanpa terlalu mengkhawatirkan perlambatan pertumbuhan.
Analisis Newsmaker: Emas masih cenderung tertekan selama bertahan di bawah US$4.080–US$4.100. Area US$4.050 menjadi penopang awal, diikuti US$4.020–US$4.000. Fokus utama pasar kini tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls Jumat, yang dapat menentukan arah dolar, yield obligasi, dan harga emas berikutnya.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id