Minyak Lanjut Turun, Optimisme Negosiasi AS–Iran Menguat
Harga minyak melanjutkan pelemahan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington dan Teheran tengah melakukan pembicaraan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah. Brent diperdagangkan di sekitar US$87 per barel setelah anjlok 8,7% pada Senin, sedangkan WTI berada di dekat US$81 per barel.
Trump menilai terdapat peluang besar pembicaraan menghasilkan kemajuan. Namun, ia juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat menyerang fasilitas Pickaxe Mountain apabila kesepakatan gagal tercapai, sehingga risiko eskalasi belum sepenuhnya hilang.
Ketegangan regional masih membayangi pasar setelah citra satelit menunjukkan asap di sejumlah fasilitas energi Arab Saudi akibat serangan terbaru. Di sisi lain, lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz belum kembali normal dan sebagian kapal diduga melintas tanpa mengaktifkan transponder.
Pelaku pasar turut memangkas posisi beli minyak. Data Kpler menunjukkan posisi beli Brent dari penasihat perdagangan berbasis tren turun menjadi 62% dari sebelumnya 73%. Tekanan jual berpotensi meningkat apabila harga minyak kembali turun sekitar 3%.
Dampak terhadap Pasar
Optimisme diplomasi berpotensi menjaga harga minyak tetap tertekan dalam jangka pendek. Namun, gangguan di Selat Hormuz, ancaman serangan terhadap fasilitas energi, dan keterbatasan cadangan persediaan dapat kembali memicu lonjakan harga. Penurunan minyak juga berpeluang meredakan inflasi, menekan saham energi, serta mendukung aset berisiko dan emas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id