Dolar Goyah, Pasar Tunggu The Fed
Indeks Dolar AS melemah ke sekitar 101,3 pada perdagangan Selasa (28/7) setelah sempat menguji level 101,6 pada sesi sebelumnya. Posisi tersebut berada dekat level tertinggi dalam 15 bulan.
Pelemahan dolar dipicu penurunan harga energi yang mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi. Kondisi ini turut membatasi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Harga bahan bakar turun setelah pejabat Amerika Serikat menyatakan penyelesaian diplomatik dengan Iran masih mungkin tercapai. Harapan meredanya konflik membuat tekanan harga minyak mulai berkurang dari level tertingginya.
Meski demikian, harga energi masih tergolong tinggi karena ekspor dari kawasan Timur Tengah tetap rendah. Risiko gangguan pasokan membuat kekhawatiran inflasi belum sepenuhnya hilang.
Sejumlah pejabat The Fed sebelumnya menilai inflasi yang tinggi dan pasar tenaga kerja yang kuat dapat membuka peluang kenaikan suku bunga. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Rabu, tetapi pasar masih memperkirakan kenaikan sebelum akhir tahun.
Dolar tetap mempertahankan sebagian penguatannya terhadap euro dan yen. Sementara itu, pound masih menguat di tengah perkembangan politik Inggris, sehingga arah dolar berikutnya akan bergantung pada keputusan dan pernyataan The Fed. (arl)
Sumber: Newsmaker.id