Trump Ultimatum Iran: Damai atau Diserang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam akan menyerang Iran apabila pembicaraan antara kedua negara gagal menghasilkan kesepakatan. Salah satu target yang disebut adalah Pickaxe Mountain, fasilitas bawah tanah yang diduga berkaitan dengan program nuklir Iran.
Trump juga membuka kemungkinan serangan terhadap jembatan dan pembangkit listrik. Meski demikian, ia mengatakan lebih memilih menghindari serangan tersebut dan menegaskan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berjalan dengan baik.
Ketegangan ini menjadi fokus pertemuan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di White House pada Selasa, 28 Juli 2026. Iran menjadi agenda utama di tengah perbedaan pandangan kedua pemimpin mengenai arah perang dan strategi menghadapi Teheran.
Netanyahu diperkirakan membawa kekhawatiran Israel mengenai aktivitas Iran di Pickaxe Mountain. Namun, Trump menegaskan bahwa AS telah mengawasi fasilitas tersebut dan tidak membutuhkan desakan Israel untuk menentukan langkah berikutnya.
Di sisi lain, Iran dan Oman terus berupaya membuka kembali pelayaran melalui Selat Hormuz. Risiko konflik belum sepenuhnya hilang karena serangan Houthi terhadap fasilitas dan jalur energi Saudi masih mengancam pasokan minyak dari kawasan.
Harapan tercapainya kesepakatan telah menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi. Namun, jika negosiasi gagal dan AS kembali menyerang Iran, minyak dan emas berpotensi melonjak, sementara pasar saham dapat kembali tertekan. (arl)
Sumber: Newsmaker.id