Bitcoin Tertekan, Aksi Jual Saham AI Guncang Kripto
Bitcoin melemah sekitar 1,5% ke kisaran US$63.842 pada perdagangan Selasa (28/7). Bitcoin sempat turun hingga US$62.772 sebelum memangkas pelemahan, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi harian US$64.999.
Tekanan datang dari aksi jual besar pada saham semikonduktor dan perusahaan terkait kecerdasan buatan. Indeks saham Korea Selatan sempat jatuh sekitar 11% karena investor mencemaskan tingginya belanja AI, persaingan produsen cip China, dan kemampuan investasi tersebut menghasilkan keuntungan.
Pasar juga berhati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve pada 28–29 Juli. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga, tetapi pasar masih memperhitungkan peluang sekitar sepertiga bahwa bank sentral AS menaikkan bunga pada pekan ini. Suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan aset berisiko seperti Bitcoin.
Penurunan harga minyak setelah muncul harapan perundingan AS-Iran membantu meredakan sebagian kekhawatiran inflasi. Namun, sentimen positif tersebut belum mampu mengimbangi tekanan dari sektor teknologi dan ketidakpastian kebijakan The Fed.
Arus dana institusi juga masih beragam. ETF Bitcoin spot AS membukukan arus keluar sekitar US$465 juta pada dua hari terakhir pekan lalu, tetapi tetap mencatat arus masuk bersih US$33,8 juta sepanjang pekan dan menjadi kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.
Ethereum diperdagangkan di sekitar US$1.624,95, XRP US$1,059, Solana US$77,97, Cardano US$0,1588, dan Dogecoin US$0,0709. Bitcoin berpotensi tetap tertekan selama aksi jual saham teknologi berlanjut, sementara keputusan dan pernyataan The Fed akan menjadi penentu arah pasar kripto berikutnya. (arl)
Sumber: Newsmaker.id