Perak Tumbang Jelang The Fed
Harga perak melemah pada perdagangan Selasa (28/7) dan berada di sekitar US$57,36 per troy ounce. XAG/USD turun sekitar 1,8% karena investor mengurangi posisi menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.
Tekanan terhadap perak datang dari dolar Amerika Serikat yang bertahan dekat level tertinggi dalam lima pekan. Indeks Dolar AS bergerak di sekitar 101,49, sehingga logam mulia menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.
Sentimen aset aman juga berkurang setelah Amerika Serikat dan Iran menahan serangan serta membuka peluang diplomasi. Harapan meredanya konflik membuat investor lebih berani masuk ke aset berisiko dan mengurangi permintaan terhadap logam mulia.
Harga minyak kembali turun tajam seiring harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran. Brent merosot ke sekitar US$83,75 per barel dan WTI turun ke US$78,55, membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi energi.
Data kepercayaan konsumen AS juga melemah menjadi 90,8 pada Juli dari 92,2 pada Juni. Kondisi tersebut menunjukkan rumah tangga mulai lebih berhati-hati, tetapi belum cukup kuat untuk menghapus ketidakpastian menjelang keputusan The Fed.
Pasar mayoritas memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga, meskipun peluang kenaikan masih belum sepenuhnya hilang. Selama dolar tetap kuat dan risiko geopolitik mereda, perak berpotensi masih tertekan, sementara pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh akan menentukan arah berikutnya.(arl)
Sumber: Newsmaker.id